Didorong Saham Apple, Wall Street Ditutup Menguat 

XM broker promo bonus

PADA perdagangan Selasa (3/8/2021), indeks utama Wall Street, S&P 500 ditutup menguat. Kenaikan saham Apple dan sektor kesehatan mendorong kenaikan tersebut, meskipun ada kekhawatiran atas lonjakan varian Delta virus corona.

Dikutip dari Reuters, Rabu (4/8), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 278,24 poin, atau 0,8 persen menjadi 35.116. Sementara S&P 500 (.SPX) naik 35,99 poin, atau 0,82 persen menjadi 4.423,15 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 80,23 poin, atau 0,55 persen menjadi 14.761,30.

Sepuluh dari 11 indeks S&P diperdagangkan lebih tinggi, dengan saham energi (.SPNY) rebound setelah sempat terpukul oleh penurunan harga minyak.

Pada perdagangan kali ini, saham Apple Inc (AAPL.O) naik 1,26 persen setelah sempat melemah pada minggu lalu. Saham teknologi kelas berat lainnya, termasuk Netflix Inc (NFLX.O), Tesla Inc (TSLA.O) dan Facebook Inc (FB.O), justru melemah, membebani laju indeks Nasdaq.

Sejumlah perusahaan AS, termasuk pembuat bahan industri Dupont (DD.N) dan Discovery Inc (DISCA.O), melaporkan hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Sayangnya saham mereka turun karena investor melakukan aksi ambil untung.

Di sisi lain, pengetatan regulasi pada sektor teknologi di China telah menciptakan kegelisahan global. Saham perusahaan game yang terdaftar di AS dan Eropa, China Tencent (0700.HK), jatuh karena adanya aksi jual. Penurunan ini disebabkan adanya kekhawatiran bahwa ada kemungkinan platform tersebut juga turut dihapus oleh regulator China.

Pembuat “Grand Theft Auto” Take-Two Interactive Software Inc (TTWO.O) anjlok 7,71 persen setelah melaporkan penjualan yang rendah. Di akhir pekan ini, fokus investor akan beralih ke data sektor jasa AS dan laporan pekerjaan bulanan untuk Juli.

Saham Under Armour Inc dan Ralph Lauren Corp (RL.N) masing-masing melonjak 6,19 persen dan 6,13 persen setelah melaporkan perkiraan peningkatan pendapatan tahunan mereka.

Baca Juga:   Jelang Laporan Keuangan Microsoft Cs, Wall Street Cenderung Stagnan

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,28 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,73 miliar saham.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.101 dan level tertinggi 6.170 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Selasa (3/8), IHSG ditutup menguat ke level 6.130,57 atau naik 0,56 persen.

“Secara sentimen IHSG berpeluang bergerak menguat terbatas. Hasil laporan keuangan emiten masih akan menjadi fokus investor,” tulis Lanjar dalam risetnya, Rabu (4/8).

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG dalam kurun waktu beberapa waktu mendatang masih akan di warnai oleh hasil kinerja emiten selama semester satu. Secara umum kinerja emiten masih terus dibayangi oleh situasi perekonomian uang belum pasti.

Menurut William, rentang gerak IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan potensi tekanan yang lebih besar dibanding kemampuan untuk naik. “Hari ini IHSG berpotensi tertekan,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

 

Leave a Comment