Didorong Saham Amazon dan Microsoft, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Menguat

XM broker promo bonus

PADA perdagangan Rabu (13/10/2021), indeks utama Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq berakhir lebih tinggi. Kenaikan saham bluechips seperti Amazon.com dan Microsoft memimpin penguatan itu. Di sisi lain saham JPMorgan jatuh bersama dengan saham bank lain dan membebani pasar.

Dikutip dari Reuters, Kamis (14/10), Dow Jones Industrial Average turun 0,53 poin menjadi 34.377,81, S&P 500 naik 13,15 poin atau 0,30 persen menjadi 4.363,8 dan Nasdaq Composite bertambah 105,71 poin atau 0,73 persen menjadi 14.571,64.

Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan setelah rilis risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve edisi September.

Para gubernur bank sentral AS mengisyaratkan bahwa mereka dapat mulai mengurangi dukungan ekonomi pada pertengahan November. Meskipun keputusan ini masih akan sangat bergatung pada seberapa besar ancaman inflasi tinggi dan seberapa cepat mereka mungkin perlu menaikkan suku bunga.

Sebelumnya, laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga konsumen meningkat solid pada September. Hal ini semakin memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Saham JPMorgan Chase & Co turun 2,6% meskipun pendapatan kuartal ketiga JPMorgan mengalahkan ekspektasi. Saham turun bersama dengan saham bank lainnya dan merupakan salah satu hambatan terbesar pada S&P 500 dan Dow yang berakhir stagnan. Indeks bank S&P 500 turun 1,3 persen.

Di sisi lain, saham emiten mega-caps termasuk Amazon.com Inc, induk Google Alphabet dan Microsoft Corp semuanya mencatatkan kenaikan.

Saham BlackRock Inc naik 3,8 persen setelah pengelola uang terbesar di dunia mencatatkan laba kuartalan melebihi proyeksi. Kenaikan laba ini didorong karena ekonomi yang membaik sehingga membantu meningkatkan aset yang dikelola dan menaikkan pendapatan biaya.

Sementara itu saham Delta Air Lines turun 5,8 persen setelah perusahaan melaporkan laba kuartalan pertama tanpa bantuan federal sejak pandemi virus corona. Perseroan bahkan memproyeksikan kerugian sebelum pajak untuk kuartal keempat karena kenaikan tajam pada harga bahan bakar.

Baca Juga:   Didorong Kenaikan Saham PayPal, Wall Street Melesat

Di antara penggerak lainnya, saham Apple Inc merosot 0,4 persen setelah sebuah laporan mengatakan produsen iPhone tersebut berencana untuk memangkas produksi iPhone 13-nya.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,31 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,8 miliar saham.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, laju IHSG akan bergerak di level support 6.482 dan level tertinggi 6.637 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Rabu (13/10), IHSG ditutup menguat ke level 6.536,90 atau naik 0,78 persen.

“Kenaikan yang terjadi dalam pergerakan IHSG hingga saat ini ini ditunjang oleh adanya capital inflow yang mulai masuk ke dalam pasar modal secara signifikan,” tulis William dalam risetnya, Kamis (14/10).

Selain itu penguatan IHSG juga didorong oleh sentimen jelang rilis kinerja emiten semester 1 yang menunjukkan adanya peningkatan. Namun menurut William, IHSG sudah mengalami kenaikan dalam beberapa waktu sebelumnya maka potensi koreksi wajar cenderung tinggi.

Apalagi harga komoditas terutama batu bara memiliki kecenderungan koreksi yang cukup besar. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak pada zona hijau,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT HM Sampoerna (HMSP), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). (*)

 

Leave a Comment