Didorong Kinerja Ritel, Dua Indeks Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

Pada perdagangan Kamis (19/11/2021), dua indeks utama Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq, mencatat rekor penutupan tertinggi. Hal ini didorong investor yang fokus pada pendapatan emiten ritel dan teknologi, mengalahkan kekhawatiran akan inflasi.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 60,1 poin atau 0,17 persen, menjadi 35.870,95. S&P 500 naik 15,87 poin atau 0,34 persen, menjadi 4.704,54. Sementara Nasdaq Composite naik 72,14 poin, atau 0,45 persen, menjadi 15.993,71.

“Konsumen lebih kuat dari yang diharapkan. Ini kabar baik bagi negara secara keseluruhan. Konsumen yang lebih kuat adalah cerminan dari kebangkitan ekonomi yang kuat,” kata Mike Zigmont, kepala penelitian dan perdagangan di Harvest Volatility Management di New York.

Di saat S&P dan Nasdaq mencapai rekornya, Dow malah melambat. Dow Jones mencatat penurunan ketiga minggu ini karena Cisco Systems Inc membebani benchmark.

Baik S&P dan Nasdaq telah rebound pada pagi hari, didukung oleh Nvidia. Saham perusahaan pembuat chip ini melonjak 8,2 persen setelah melewati perkiraan kuartalan dan memperkirakan pendapatan kuartal keempat yang kuat.

Kinerja membantu indeks semikonduktor Philadelphia naik 1,8 persen untuk mencapai rekor penutupan kedua dalam tiga sesi.

Sektor diskresioner konsumen S&P memimpin kenaikan, yakni terkerek 1,5 persen karena pendapatan ritel positif dari Macy’s dan Kohl’s, juga optimisme dari Walmart Inc dan Target Corp awal pekan ini. Macy’s Inc melonjak 21,1 persen, persentase kenaikan satu hari terbesar dalam beberapa dekade. Sedangkan Peer Kohl’s Corp naik 10,6 persen.

Dow tertinggal dari rekan-rekannya karena kerugian tajam di saham pembuat peralatan jaringan Cisco, yang jatuh 5,5 persen. Penyebabnya karena perkiraan pendapatan kuartal saat ini di bawah ekspektasi karena kekurangan dan penundaan rantai pasokan.

Volume di bursa AS mencapai 11,09 miliar saham. Lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,14 miliar selama 20 hari terakhir perdagangan.

MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini, Jumat (19/11). Pada perdagangan terakhir, Kamis (18/11), IHSG berakhir di zona merah atau ditutup turun 39,335 poin (0,58 persen) ke posisi 6.636,469.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pola gerak IHSG terlihat masih dibayangi potensi tekanan yang lebih besar. Ini karena masih minimnya sentimen yang dapat mendongkrak kenaikan IHSG yang diakibatkan oleh perlambatan perekonomian.

“Perlambatan perekonomian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola gerak IHSG, selain daripada itu belum terdapatnya arus deras capital inflow yang melaju ke dalam pasar modal Indonesia membuat pasar bergerak lebih konsolidatif, hari ini IHSG berpeluang melemah,” jelas William dalam risetnya, Jumat (19/11).

Dia memproyeksi IHSG bergerak di rentang 6.589 hingga 6.713 hari ini. Berikut deretan saham-saham yang direkomendasikan William:

– PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

– PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

– PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

– PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR)

– PT Astra International Tbk. (ASII)

– PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI)

– PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

 

 

 

Leave a Comment