Didorong Kenaikan Saham Teknologi, Wall Street Berakhir Variatif

XM broker promo bonus

PADA penutupan perdagangan Selasa (7/9/2021), Wall Street berakhir variatif. Saham teknologi mendorong kenaikan S&P dan Nasdaq.

Melansir Reuters, Rabu (8/9/2021), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,76 persen menjadi berakhir pada 35.100 poin, sedangkan S&P 500 (.SPX) turun 0,34 persen menjadi 4.520,03. Sementara Nasdaq Composite (.IXIC) naik 0,07 persen menjadi 15.374.33.

Meski begitu, secara akumulasi S&P 500 tetap naik sekitar 20 persen tahun ini dan Nasdaq naik sekitar 19 persen. Turunnya S&P 500 karena investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang perlambatan pemulihan ekonomi, dengan ekspektasi bahwa Bank Sentral AS Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif.

Hal itu membuat Amgen Inc (AMGN.O) jatuh 2,1 persen dan Merck & Co (MRK.N) kehilangan 1,6 persen setelah Morgan Stanley memangkas peringkat sahamnya menjadi “equal-weight” dari “overweight“.

Sementara kenaikan Nasdaq (.IXIC) ke rekor tertinggi didukung oleh saham Big Tech yang telah mendorong kenaikan Wall Street dalam beberapa tahun terakhir. Apple (AAPL.O) naik 1,6 persen dan Netflix (NFLX.O) melesat 2,7 persen yang membuat kedua perusahaan itu mencapai rekor tertinggi.

“Anda bisa menyebutnya sebagai gravitasi terhadap Big Tech. Karena orang merasa sedikit tidak yakin tentang bagaimana COVID-19 akan terjadi, Anda tidak perlu khawatir dengan pembukaan kembali perusahaan-perusahaan itu,” kata Manajer Portofolio Senior di Globalt Investments Atlanta, Tom Martin.

Meski Nasdaq bersinar, sebagian besar sub-indeks Wall Street lainnya jatuh. Delapan dari sebelas sub-indeks diperdagangkan lebih rendah, dengan sektor sensitif ekonomi seperti industri (.SPLRCI) turun 1,8 persen dan utilitas (.SPLRCU) turun 1,4 persen. Indeks real estat (.SPLRCR) kehilangan 1,1 persen.

Rupanya, data penggajian Agustus yang hangat pada Jumat pekan lalu masih menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi AS melambat.

Baca Juga:   Usai AS-China Berikan Komentar Positif Perdagangan, Wall Street Menguat

Sementara itu, langkah Morgan Stanley memangkas peringkatnya pada saham AS menjadi underweight ada kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi, kebijakan dan undang-undang, dan pihaknya memperkirakan dua bulan ke depan akan dinamis.

Kebijakan bank sentral yang akomodatif dan optimisme pembukaan kembali telah mendorong S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi selama beberapa minggu terakhir, tetapi kekhawatiran berkembang tentang meningkatnya infeksi virus corona karena varian Delta dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi.

Analis rata-rata mengharapkan perusahaan S&P 500 untuk meningkatkan pendapatan per saham mereka sebesar 30 persen pada kuartal September, menyusul lonjakan 96 persen pada kuartal kedua, menurut data I/B/E/S dari Refinitiv.

Boeing Co (BA.N) turun 1,8 persen setelah Ryanair (RYA.I) Irlandia mengatakan telah mengakhiri pembicaraan dengan pembuat pesawat mengenai pembelian 737 MAX 10 jet senilai puluhan miliar dolar karena perbedaan harga.

Match Group Inc (MTCH.O) melesat lebih dari 7 persen setelah Indeks Dow Jones S&P mengatakan pada hari Jumat bahwa induk Tinder akan bergabung dengan indeks benchmark.

Columbia Property Trust Inc (CXP.N) melonjak 15 persen setelah Pacific Investment Management Company mengatakan akan membeli perusahaan tersebut seharga USD 2,2 miliar.

ZONA HIJAU

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau mengawali perdagangan Rabu (8/9). IHSG dibuka naik 4,303 poin (0,07 persen) ke 6.116,703.

Pada perdagangan pre-opening, indeks harga saham naik 2,077 poin (0,03 persen) ke level 6.114,477.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah hari ini bergerak menguat terhadap dolar AS. Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pukul 08.56 WIB berada di Rp 14.212,50 atau menguat 10,00 poin (0,07 persen).

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 118,37 poin (0,40 persen) ke 30.034,51
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 119,78 poin (0,45 persen) ke 26.473,41
  • Indeks SSE Composite di China naik 1,71 poin (0,05 persen) ke 3.678,30
  • Indeks Straits Times di Singapura turun 29,79 poin (0,96 persen) ke 3.078,74.
Baca Juga:   Dibayangi Ketegangan Dagang AS - China, Wall Street Menguat Tipis

 

Leave a Comment