Didorong Aksi Jual, Wall Street Ditutup Tergelincir

Pada perdagangan Selasa (18/1/2022), indeks utama Wall Street ditutup turun tajam. Saham Goldman Sachs yang membebani saham keuangan dan saham teknologi melanjutkan aksi jual mereka, menyebabkan penurunan tersebut.

Dikutip dari Reuters, Rabu (19/1), Dow Jones Industrial Average turun 543,34 poin, atau 1,51 persen menjadi 35.368,47, S&P 500 kehilangan 85,74 poin, atau 1,84 persen menjadi 4.577,11 dan Nasdaq Composite turun 386,86 poin, atau 2,6 persen menjadi 14.506,90.

Nasdaq turun paling banyak di antara indeks utama pada hari Selasa dan sekarang telah jatuh sekitar 9,7 persen lebih dari rekor penutupan tertinggi 19 November.

Saham Goldman Sachs jatuh 7 persen setelah bank investasi itu meleset dari ekspektasi laba kuartalan di tengah aktivitas perdagangan yang lemah. Sektor keuangan, yang telah menjadi salah satu kelompok yang berkinerja lebih baik pada tahun 2022, turun 2,3 persen.

Dari 11 sektor S&P 500, 10 berakhir lebih rendah, dengan sektor teknologi jatuh paling dalam. Sementara sektor teknologi menjadi sektoe dengan persentase kenaikan tertinggi sejauh. Serta menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di wilayah positif, naik 0,4 persen.

Penurunan saham megacap, termasuk Microsoft, Apple dan Meta Platforms, sangat membebani S&P 500 di antara saham individu.

Investor memusatkan perhatian pada pertemuan kebijakan Fed minggu depan untuk kejelasan lebih lanjut tentang langkah bank sentral dalam mengendalikan inflasi. Data minggu lalu menunjukkan harga konsumen A.S. meningkat dengan kuat pada bulan Desember, yang berujung pada kenaikan inflasi tahunan terbesar dalam hampir empat dekade.

Saham Activision melonjak hampir 26 persen setelah Microsoft mengumumkan kesepakatan untuk membeli pembuat video-game seharga USD 68,7 miliar. Saham perusahaan video game lainnya naik, Electronic Arts naik 2,7 persen dan Take-Two Interactive Software naik 1 persen. Sementara saham Microsoft turun 2,4 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,9 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10 miliar saham.

TERTEKAN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tertekan pada perdagangan Rabu (19/1). Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (18/1), IHSG berakhir di zona merah atau ditutup turun 30.989 poin (0,47 persen) ke posisi 6.614,059.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG terlihat masih akan dalam area konsolidasi wajar dengan potensi tekanan yang masih cukup besar dalam rentang jangka pendek. Sehingga pola pergerakan hingga beberapa waktu mendatang masih cenderung bergerak sideways.

Namun momentum ini dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian. Dengan target investasi jangka panjang.

“Hari ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan,” ujar William dalam analisisnya, Rabu (19/1).

Dia memprediksi IHSG bergerak di rentang 6.518 – 6.725. Saham-saham rekomendasi William yang bisa dicermati yakni TLKM, BMRI, TBIG, BBRI, KLBF, CTRA, dan PWON.

 

 

Leave a Comment