Didorong Aksi Jual Saham Teknologi, Wall Street Bervariasi

XM broker promo bonus

PADA perdagangan Kamis (15/7/2021), Indeks utama Wall Street, Nasdaq ditutup melemah. Aksi jual pada saham Apple, Amazon, dan perusahaan teknologi besar lainnya menyebabkan penurunan tersebut. Di sisi lain penurunan jumlah klaim pengangguran mingguan membuat investor khawatir bakal terjadi lonjakan inflasi.

Dikutip dari Reuters, Jumat (16/7), Dow Jones Industrial Average naik 0,15 persen menjadi berakhir pada 34.987,02 poin, sedangkan S&P 500 kehilangan 0,33 persen menjadi 4.360,03. Sementara itu Nasdaq Composite turun 0,7 persen menjadi 14.543,13.

Saham Nvidia yang jatuh 4,4 persen dan Amazon yang turun lebih dari 1 persen, berkontribusi terhadap penurunan Nasdaq. Sementara saham Facebook juga tercatat melemah 0,9 persen.

Indeks sektor teknologi indeks S&P 500 turun 0,8 persen, mengakhiri kenaikan beruntun selama empat hari. Sementara itu indeks sektor energi S&P 500 juga tercatat turun 1,4 persen sejalan dengan penurunan harga minyak mentah.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia telah mengantisipasi lonjakan inflasi. Namun investor masih khawatir bahwa inflasi dapat menyebabkan pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat dari perkiraan.

Saham Morgan Stanley berakhir naik 0,2 persen setelah laporan keuangannya melebihi perkiraan pasar. Adapun musim pelaporan kuartal kedua dimulai minggu ini, dengan empat bank terbesar di Amerika yaitu Wells Fargo & Co, Bank of America Corp, Citigroup Inc dan JPMorgan Chase & Co. Keempatnya membukukan laba gabungan senilai USD 33 miliar. Meski di sisi lain, emiten tersebut tengah menghadapi masalah yaitu suku bunga rendah.

Saham Johnson & Johnson turun 1,2 persen setelah perseroan menarik lima produk tabir surya aerosol di Amerika Serikat karena terbukti mengandung bahan kimia penyebab kanker.

Baca Juga:   Investasi untuk Berhaji, Lebih Baik Tabungan Haji atau Deposito Syariah?

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,6 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,4 miliar saham.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas hari ini, Jumat (16/7). Pergerakan yang akan terbatas ini karena IHSG baru rebound setelah sepekan mengalami tekanan akibat kasus COVID-19 yang terus naik.

Kepala Riset Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan yang berhasil rebound tepat di level support Moving Average 50 hari secara teknikal mendorong arah pergerakan IHSG yang cenderung positif melanjutkan bullish trend jangka panjang dan menguji resistance upper bollinger bands.

Indikator stochastic dan RSI mulai terlihat menjenuh dari momentum bearish-nya memberikan indikasi adanya peluang lanjutan penguatan di akhir pekan.

“Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support resistance 6.020-6.084,” kata Lanjar dalam analisisnya, Jumat (16/7).

Adapun saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya: ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BBTN, BFIN, BMRI, BSDE, CTRA, PGAS.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Utama Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya. Pergerakan IHSG terlihat sedang mengalami teknikal rebound pasca berada dalam tekanan pada beberapa waktu sebelumnya, selama resisten level terdekat belum mampu ditembus maka IHSG masih memiliki potensi untuk kembali melemah.

“Selain itu fluktuatif harga komoditas belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG mengingat kondisi sektor riil yang masih melambat. Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas 5.913-6.123,” katanya.

Berikut rekomendasi saham layak dicermati dari William: BBCA, TLKM, GGRM, BBRI, ASII, UNVR, SCMA, dan INDF. (*)

 

 

Leave a Comment