Dibayangi Ketegangan Dagang AS – China, Wall Street Menguat Tipis

Ketiga indeks utama Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi pada akhir pekan lalu. Meskipun investor masih diliputi kekhawatiran terkait hubungan dagang AS-China yang kembali memanas serta data ekonomi AS yang melemah dari perkiraan.

Dilansir Reuters, Senin (18/5), Dow Jones Industrial Average naik 60,08 poin atau 0,25 persen menjadi 23.685,42, indeks S&P 500 naik 11,2 poin atau 0,39 persen menjadi 2.863,7, dan Nasdaq Composite menambahkan 70,84 poin atau 0,79 persen menjadi 9.014,56.

Selama sepekan lalu, indeks S&P 500 turun 2,3 persen, penurunan terbesar sejak 20 Maret. Dow turun 2,7 persen dan Nasdaq turun 1,2 persen.

Enam dari sebelas sektor utama S&P ditutup lebih tinggi, dipimpin kenaikan sektor komunikasi 1,3 persen. Sementara sektor utilitas turun 1,4 persen dan sektor keuangan turun 0,7 persen.

Data penjualan ritel dan output manufaktur AS selama April 2020 menunjukkan rekor terendah akibat pandemi virus corona.

Selain itu, investor juga khawatir atas pernyataan Presiden Donald Trump yang akan memblokir pengiriman semikonduktor ke perusahaan teknologi China, Huawei. Atas pernyataan itu, indeks Philadelphia Semiconductor turun lebih dari 2 persen.

China pun langsung merespons pernyataan Trump dan menyatakan siap menempatkan perusahaan AS dalam daftar yang tak akan diperhitungkan.

Kombinasi dari ketegangan perdagangan dan data yang lemah mengakibatkan S&P 500 turun sekitar 1,3 persen di awal sesi, namun sebagian besar sesi sore itu berfluktuasi positif.

“Kami mendapat kegelisahan pada perdagangan China, tapi sorenya fokus pasar beralih ke pelonggaran lockdown,” kata John Augustine, kepala investasi di Huntington National Bank di Columbus, Ohio.

Saham Sorrento Therapeutics Inc (SRNE.O) naik 158 persen, setelah hasil eksperimen tahap awal perusahaan biofarmasi ini menunjukkan antibodi yang diciptakan mampu menangkal infeksi COVID-19.

Baca Juga:   Waspada ARA dan ARB Saat Trading Saham

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,36 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,39 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment