Dibayangi Kekhawatiran Virus Corona Jenis Baru, Wall Street Bervariasi

Indeks utama Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Senin (21/12). Kongres AS akhirnya menyetujui paket stimulus corona sebesar USD 900 miliar, namun kemunculan virus corona jenis baru di Inggris membuat investor khawatir.

Mengutip Reuters, Selasa (22/12), Dow Jones Industrial Average naik 37,4 poin atau 0,12 persen menjadi 30.216,45, indeks S&P 500 kehilangan 14,49 poin atau 0,39 persen menjadi 3.694,92, dan Nasdaq turun 13,12 poin atau 0,1 persen menjadi 12.742,52.

“Reli Santa tahun ini harus menunggu. Berita permasalahan COVID di Inggris mengingatkan pasar bahwa COVID belum terpecahkan; jalan di depan mungkin bergelombang dan tidak pasti,” kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York.

Kongres AS akhirnya menyepakati paket bantuan pandemi sebesar USD 900 miliar, termasuk bantuan untuk pengangguran, usaha kecil, serta distribusi vaksin. Paket stimulus ini akan disahkan pada Senin pekan depan.

“Rencana stimulus fiskal tampaknya cukup besar untuk menahan resesi, tapi tidak lama,” kata Carter.

“Namun, meskipun tidak sebesar yang diharapkan oleh banyak pelaku pasar, ini mencakup banyak bantuan yang dapat mendukung pasar,” lanjutnya.

Sementara itu, munculnya virus corona jenis baru yang sangat menular di Inggris telah menimbulkan kekhawatiran di pasar saham. Hal ini mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk kembali menutup pintu bagi para pelancong dari Inggris.

Berita itu mengirim saham maskapai penerbangan merosot, bahkan dengan adanya stimulus USD 15 miliar dalam paket bantuan penggajian untuk operator pesawat komersial. Indeks S&P 1500 Airline kehilangan 1,2 persen.

Tesla Inc menjadi perusahaan paling berharga yang pernah ditambahkan ke S&P 500 dan akan menyumbang sekitar 1,69 persen ke indeks. Namun saham pembuat mobil listrik ini mesti turun 6,5 persen di akhir perdagangan.

Sebaliknya, sektor keuangan justru menunjukkan kenaikan. Ini terjadi setelah Federal Reserve AS merilis hasil stress test tahunan dan mengumumkan pelonggaran pembatasan pada pembelian kembali dan dividen. Indeks S&P Banking melonjak 2,7 persen.

Goldman Sachs Group melonjak 6,1 persen, melampaui harga saham sebelum COVID.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, keuangan dan teknologi adalah satu-satunya yang memperoleh persentase kenaikan.

Nike Inc naik 4,9 persen setelah pembuat pakaian atletik itu meningkatkan perkiraan pendapatan setahun ini, mendorong banyak pialang untuk menaikkan target harga mereka.

Lockheed Martin Corp kehilangan 1,9 persen setelah mengumumkan akan membeli pembuat mesin roket AS Aerojet Rocketdyne Holdings Inc seharga USD 4,4 miliar.

International Business Machines Corp merosot 2,0 persen setelah mengatakan akan mengakuisisi startup yang berbasis di Finlandia, Nordcloud, dalam upaya terbaru untuk meningkatkan bisnis komputasi awannya.

Volume di bursa saham Amerika adalah 11,60 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,68 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment