Pada perdagangan Rabu (8/12/2021), Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi. Setelah data pengujian menunjukkan vaksin COVID-19 dari Pfizer dan BioNTech bisa memberikan perlindungan terhadap varian Omicron, ketiga indeks utama mencatatkan kenaikan hari ketiga berturut-turut.
Dikutip dari Reuters, Kamis (9/12), Dow Jones Industrial Average naik 35,32 poin, atau 0,1 persen menjadi 35.754,75, S&P 500 naik 14,46 poin, atau 0,31 persen menjadi 4.701,21 dan Nasdaq Composite menambahkan 100,07 poin, atau 0,64 persen menjadi 15.786,99.
Indeks S&P 1500 Airlines ditutup naik 1,96 persen. Sesi tertingginya adalah yang tertinggi sejak 24 November, tepat sebelum berita varian muncul. Pasar sangat bergejolak sejak varian itu ditemukan. Para investor khawatir Omicron dapat memaksa pembatasan baru di negara-negara dan merusak pemulihan global.
Dalam upaya untuk memperlambat penyebaran, Inggris mengatakan bahwa mereka akan menerapkan pengetatan kembali. Termasuk imbauan untuk bekerja dari rumah.
Sektor layanan komunikasi ditutup naik 0,75 persen diikuti oleh perawatan kesehatan, naik 0,74 persen. Sebanyak tiga dari 11 sektor utama S&P tercatat melemah pada perdagangan kemarin. Penghambatnya adalah sektor keuangan, turun 0,46 persen, kebutuhan pokok konsumen, turun 0,37 persen dan utilitas, yang turun tipis 0,1 persen.
Saham Norwegian Cruise Line naik 8 persen, Carnival Corp, naik 5,5 persen dan Royal Caribbean naik 5,2 persen. Sementara saham Goodyear Tire & Rubber Co naik 2,6 persen, dan saham Stanley Black & Decker naik 3,3 persen setelah Sekuritas Swedia setuju untuk membeli bisnis solusi keamanan elektroniknya senilai USD 3,2 miliar.
Di sisi lain, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pemerintah dari setiap negara harus segera bergegas mengantisipasi varian baru COVID-19 dengan mempercepat program vaksinasi mereka.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,3 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 11,52 miliar saham.
BERGERAK TERBATAS
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam rentang terbatas hari ini, Kamis (9/12). Pada perdagangan terakhir, Rabu (8/12), IHSG berakhir di zona hijau atau ditutup naik 1,229 poin (0,02 persen) ke posisi 6.603,798.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, menjelaskan, perkembangan kondisi indeks saham saat ini masih bersifat konsolidatif. Pola gerak IHSG, kata dia, terlihat belum mampu menggeser rentang konsolidasinya ke arah yang lebih baik.
“Minimnya sentimen yang diakibatkan oleh perlambatan ekonomi Indonesia menyebabkan potensi pelemahan masih lebih besar dibanding dengan keinginan naiknya, sehingga IHSG masih akan bergerak dalam rentang terbatas hingga beberapa waktu mendatang,” ujar William dalam risetnya, Kamis (9/12).
Dia memprediksi IHSG akan bergerak di rentang 6.502 hingga 6.636.
Berikut saham rekomendasi William:
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
PT AKR Corporindo (AKRA)
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)