Data Perdagangan Ritel AS Moncer, Wall Street Ditutup Melemah

Pada penutupan perdagangan Rabu, 17 Januari 2024, indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street anjlok. Investor khawatir rencana bank sentral, The Fed untuk menurunkan suku bunganya diundur pada Mei 2023.

Mengutip Reuters, Kamis (18/1), Dow Jones (.DJI) Industri turun 0,25 persen menjadi 37.266,67, S&P 500 (.SPX), kehilangan 0,56 persen menjadi 4,739.21 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,59 persen menjadi 14.855,62.

Lebih lanjut, laporan penjualan ritel bulan Desember Departemen Perdagangan, mencerminkan kondisi konsumen yang sehat dan bertanggung jawab atas sekitar 70 persen perekonomian AS.

Tak hanya itu, data itu juga menunjukkan sikap konsumen yang mampu menghadapi dua badai inflasi yang panas dan kebijakan moneter yang restriktif.

“Kami mendapat kabar bahwa konsumen AS masih cukup sehat, namun hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa penurunan suku bunga pertama The Fed berpotensi diundur ke bulan Mei mulai bulan Maret,” kata Kepala Strategi Saham Carson Group, Ryan Detrick.

“Imbal hasil juga bergerak lebih tinggi karena angka penjualan ritel yang kuat, menambah kekhawatiran jangka pendek,” tambahnya.

Adapun, pasar keuangan memperkirakan kemungkinan sebesar 53,8 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga kebijakan utamanya sebesar 25 basis poin di bulan Maret. Proyeksi itu turun dari 63,1 persen pada hari Selasa, menurut alat FedWatch dari CME.

Detrick bilang, kegelisahan pasar global bertambah ketika perekonomian terbesar kedua di dunia kembali mengecewakan dalam hal pertumbuhan PDB.

“Kelemahan di Tiongkok berpotensi berdampak lebih besar ke Eropa dibandingkan Amerika Serikat,” tandasnya.

DIPROYEKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat dalam jangka waktu pendek pada perdagangan Kamis (18/1). Sementara, IHSG berakhir di zona merah turun 42,15 poin (0,58 persen) ke posisi 7.200,635 pada penutupan perdagangan saham Rabu (17/1).

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat IHSG berpeluang untuk menguat dalam jangka pendek dengan support di 7152 dan resist di 7212.

“Kami memperkirakan, pergerakan IHSG cenderung dipengaruhi oleh pergerakan bursa global, di mana malam ini AS akan rilis data penjualan dan akan ada pidato dari beberapa pejabat The Fed yang akan menjadi gambaran arah kebijakan The Fed ke depannya,” kata Herditya dalam risetnya pada Kamis (18/1).

Tim Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG mulai berkonsolidasi di area pivot 7,200 di hari Kamis (18/1). Secara teknikal, Stochastic RSI berada di area oversold dengan pelebaran negatif slope indikator MACD.

“Dengan ini, IHSG masih berpotensi untuk konsolidasi pada rentang 7,150-7,250 terlebih dahulu,” tulis Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (18/1).

Pendorongnya adalah rilis data suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 6 persen pada Rabu (17/1), belum menjadi sentimen positif untuk IHSG.

“Dewan gubernur BI menyampaikan risalah mengenai kebijakan suku bunga yang masih berfokus kepada stabilitas ekonomi dan aliran dana asing guna menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS,” tambah riset tersebut.

Di sisi global, Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat, pelaku pasar mengamati rilis data pengangguran US yang akan rilis pada Kamis (18/1).

Data tersebut menjadi indikator penting mengenai arah kebijakan suku bunga The FED yang akan dirilis pada Rabu (31/1) selain data inflasi. Sedangkan di Eropa, dewan gubernur ECB, Christine Lagarde akan memberikan pidato pada Kamis (18/1).

Tim Analis Phintraco Sekuritas kemudian merekomendasikan saham MDKA, BANK, CPIN, ICBP, RAJA, dan IMAS untuk dapat dicermati pada perdagangan Kamis (18/1).

Adapun untuk rekomendasi saham, Herditya melihat PGEO (1280-1340), BIRD (1835-1900), dan ASRI (168-173).

 

Leave a Comment