Data Ekonomi AS Diprediksi Menguat, Wall Street Melesat

Pada penutupan perdagangan Kamis (1/7/2021), ketiga indeks utama Wall Street melesat. Kenaikan saham didorong data perekonomian AS yang diprediksi menguat.

Melansir Reuters, Jumat (2/7), Dow Jones Industrial Average naik 131,02 poin atau 0,38 persen menjadi 34.633,53, indeks S&P 500 naik 22,44 poin atau 0,52 persen menjadi 4.319,94, dan Nasdaq menambahkan 18,42 poin atau 0,13 persen menjadi 14.522,38.

Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi di wilayah positif, namun penurunan saham teknologi yang dipimpin oleh microchip, meredam kenaikan Nasdaq. Indeks Philadelphia SE Semiconductor turun 1,5 persen.

AS kini menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat pemulihan yang berlangsung sangat cepat. Klaim pengangguran diprediksi menyentuh level terendah sejak penutupan pandemi. Bahkan laporan dari Challenger, Gray & Christmas menunjukkan PHK yang direncanakan oleh perusahaan AS turun 88 persen dari tahun lalu, mencapai level terendah dalam 21 tahun terakhir.

Aktivitas pabrik AS juga kembali berkembang, meskipun melambat di Juni 2021. Berdasarkan indeks manajer pembelian (PMI) Institute for Supply Management (ISM), komponen ketenagakerjaan turun ke level kontraksi untuk pertama kalinya sejak November 2020. Sementara indeks harga yang dibayar, didorong oleh ketidakseimbangan permintaan/penawaran saat ini, melonjak ke level tertinggi sejak 1979.

Sementara itu, laporan jumlah pekerjaan yang akan dirilis hari ini, diperkirakan menunjukkan gaji tumbuh 700.000 dan pengangguran turun tipis menjadi 5,7 persen. Namun, kenaikan yang kuat dapat membuat Federal Reserve menyesuaikan jadwalnya untuk mengurangi pembelian obligasi dan menaikkan suku bunga.

Data-data ekonomi yang menguat itu sejalan dengan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), yang menyebut pertumbuhan ekonomi AS akan naik menjadi 7 persen di tahun ini. Proyeksi itu lebih tinggi dari yang dilakukan IMF pada April lalu sebesar 4,9 persen.

Walgreens Boots Alliance Inc turun 7,4 persen, setelah mengatakan pihaknya memperkirakan akan memberikan lebih sedikit suntikan vaksin COVID-19 pada kuartal keempat.

Didi Global Inc melonjak 16,0 persen pada hari kedua perdagangannya sebagai perusahaan yang terdaftar di AS.

Micron Technology Inc turun 5,7 persen, menyusul laporan bahwa Texas Instruments akan membeli pabrik Micron’s Lehi, Utah, seharga USD 900 juta.

Volume di bursa AS adalah 9,53 miliar saham, masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 10,9 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

PENGUATAN BERLANJUT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 5.988 dan level tertinggi 6.059 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Kamis (1/7), IHSG ditutup menguat tipis ke level 6.005,96 atau naik 0,34 persen.

“Indikator stochastic dan RSI membentuk momentum reversal pada area dekat oversold dengan Indikator MACD yang memiliki pergerakan divergence positif dengan histogram memberikan signal potensi cross over. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan,” tulis Lanjar dalam risetnya, Jumat (2/7).

Sementara itu, Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan rentang konsolidasi belum akan ditinggalkan oleh IHSG. Menurutnya sentimen yang minim serta belum adanya capital inflow yang masuk ke pasar modal secara signifikan masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

Untuk itu menurut William, momentum koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan oleh para investor baik jangka pendek, menengah maupun panjang untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).

 

Leave a Comment