Cara Memilih Saham Saat Kurs Rupiah Melemah

Nilai tukar Rupiah yang terus menerus terdepresiasi terhadap Dolar AS memicu berbagai masalah bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, khususnya yang mengimpor bahan baku atau mesin produksi, serta yang menanggung utang luar negeri (berdenominasi Dolar) dalam jumlah besar. Bukan hanya margin keuntungan menyempit; salah-salah malah bisa jadi harus menanggung kerugian gara-gara pelemahan kurs Rupiah. Hal ini berpengaruh buruk pula bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya melantai di bursa efek Indonesia dan menghadirkan dilema bagi investor mengenai bagaimana cara memilih saham saat kurs Rupiah melemah.

Cara Memilih Saham Saat Kurs Rupiah Melemah

Pada Maret 2018, Pkt Kepala Riset PT Bahana Sekuritas, Henry Wibowo, mengungkapkan pada Liputan6 bahwa rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berdampak negatif untuk kinerja emiten di Indonesia, khususnya bagi emiten yang belum melaksanakan lindung nilai. Menurutnya, “Berdasarkan riset kami kalau setiap pelemahan Rupiah sekitar satu persen EPS (Earning per Share) Growth berkurang 0.6 persen-0.7 persen. Jadi dampaknya kalau Rupiah melemah lima persen, eps sekitar 3-4 persen.”

Jadi, jika pelemahan kurs Rupiah berdampak buruk bagi saham-saham di bursa efek Indonesia, apa yang harus dilakukan oleh investor? Pada dasarnya, ada dua strategi yang dapat ditempuh sebagai cara memilih saham saat kurs Rupiah melemah:

1. Cari emiten berbasis ekspor.

Pelemahan Rupiah tak merugikan semua sektor saham. Emiten berbasis ekspor tentu akan memanen keuntungan lebih tinggi berkat kurs Rupiah yang lebih lemah, misalnya dari sektor saham pertambangan dan perkebunan.

2. Cari saham dengan beta rendah.

Beta saham mengindikasikan korelasi naik-turunnya harga saham apabila dibandingkan dengan pergerakan bursa. Beta yang rendah berarti saham-saham tersebut tak terlalu dipengaruhi oleh tren pasar; meskipun IHSG merosot, mereka belum tentu ikut turun, justru bisa jadi malah meningkat.

Kedua cara memilih saham saat kurs Rupiah melemah ini dapat diaplikasikan kapan saja. Namun, perhatikan bahwa saham-saham pilihan yang tahan pelemahan Rupiah bisa berubah dari waktu ke waktu, karena aktivitas usaha setiap emiten tentu tak stagnan saja. Secara khusus, waspadai apabila ada perubahan komposisi utang luar negeri pada emiten yang sahamnya akan Anda beli, karena emiten dengan utang luar negeri tinggi akan menanggung dampak buruk terbesar saat kurs Rupiah melemah.

Tagged With :

Leave a Comment