Berkat Saham Teknologi, Wall Street Cetak Rekor

XM broker promo bonus

Pada perdagangan awal bulan, Rabu (1/9/2021), kinerja Wall Street ditutup positif. Ini sejalan dengan adanya perlambatan pemulihan dalam pasar tenaga kerja Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan Reuters, indeks utama Wall Street diketahui masih bergerak maju. S&P 500 serta Nasdaq mencatatkan rekor tertinggi dipicu pembelian saham teknologi baru, plus kombinasi harapan dari Federal Reserve bakal mempertahankan stimulus imbas data penggajian pekerja swasta lebih lemah.

S&P 500 tercatat naik 0,29 persen atau 13,16 poin ke level 4.535,84. Adapun Dow Jones Industrial naik 3,62 poin atau 0,01 persen ke level 35.364,35 serta Nasdaq Composite naik 0,76 persen atau 116,35 poin menjadi 15.375,59.

Saham teknologi terpantau masih jadi penopang. Saham Apple Inc naik 1,2 persen ke rekor tertinggi kedua minggu ini. Sementara Microsoft Corp, Amazon Inc dan Google Alphabet Inc, rata-rata naik antara 0,4 persen dan 1,4 persen. MENT

Indeks utama Wall Street mencapai rekor tertinggi baru-baru ini. S&P 500 sempat mencatatkan kenaikan solid sebesar 20,8 persen sepanjang tahun ini disebabkan investor berharap The Fed tetap konsisten dalam kebijakan.

Aktivitas manufaktur AS juga tercatat mengalami pertumbuhan pesanan yang kuat. Meskipun ukuran pekerjaan masih terbilang rendah lantaran masih belum meningkatnya tenaga kerja.

Berdasarkan laporan ADP yang diterbitkan menjelang laporan ketenagakerjaan pemerintah AS yang lebih komprehensif pada hari Jumat, terlihat bahwa angka pekerja swasta yang disewa masih jauh lebih sedikit daripada yang diharapkan pada bulan Agustus 2021.

“Informasi tentang inflasi yang berkaitan dengan pekerjaan dan upah menjadi faktor penting yang mempengaruhi keputusan Fed terkait masalah sisi permintaan dan penawaran. inilah sebabnya data pekerjaan Jumat akan mengatur panggung untuk pertemuan Fed September,” kata manajer portofolio senior di Global Investments di Atlanta, Tom Martin sebagaimana dilansir Reuters, Kamis dinihari (2/9).

Baca Juga:   Kurs Dollar Hari Ini - Rabu, 13 Mei 2020

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat hari ini, Kamis (2/9). Kemarin, IHSG ditutup melemah ke level 6.090,93 atau turun 0,97 persen.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, laju IHSG akan bergerak di level support 6.032 dan level tertinggi 6.129 di sepanjang perdagangan hari ini.

“Secara sentimen IHSG berpotensi menguat,” tulis Lanjar dalam risetnya, Kamis (2/9).

Menurut Lanjar, laju IHSG akan menguat karena sentimen dari bursa saham Asia yang bergerak lebih stabil dan Nasdaq 100 yang sarat teknologi naik tipis ke rekor.

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG terlihat sedang memasuki fase konsolidasi wajar pasca mengalami kenaikan pada beberapa waktu sebelumnya.

Menurut William, selama IHSG tidak dapat dipertahankan di atas resisten level terdekat maka peluang koreksi wajar masih terbuka lebar. Meski demikian para investor asing masih mencatatkan capital inflow secara ytd.

Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar Rupiah juga turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak melemah,” ujarnya.

Berikut beberapa saham yang direkomendasikan William:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

 

Leave a Comment