Bantah Tudingan Manipulator, SNB Lanjutkan Intervensi

Swiss National Bank (SNB) berkomitmen untuk meneruskan intervensi guna mengendalikan Franc. Keputusan tersebut menentang Amerika Serikat yang melabeli Swiss sebagai negara manipulator mata uang. Bank sentral Swiss tersebut mengatakan bahwa mereka tak terkait dengan segala bentuk manipulasi mata uang apapun.

Kebijakan intervensi yang mereka jalankan ini semata-mata untuk membantu memastikan stabilitas harga. Selama satu dekade, SNB telah melakukan intervensi mata uang secara on-off, demi menjaga nilai tukar Franc dari penguatan berlebihan. Para investor cenderung tertarik dengan Franc terutama saat terjadi market stress.

Departemen Keuangan AS menuding Swiss dan Vietnam sebagai negara manipulator mata uang untuk pertama kalinya. Sebelumnya, China juga bernasib sama. Namun per Januari lalu, Trump memutuskan untuk menurunkan label manipulator mata uang terhadap China kendati tetap mengawasinya.

Swiss didakwa telah melakukan intervensi pasar mat uang di luar batas kebutuha,  untuk menggenjot volatilitas pasar di awal tahun ini. Sedangkan Vietnam, dituding sebagai manipulator mata uang karena menahan apresiasi mata uang pada saat surplus perdagangannya meningkat dengan AS.

Swiss Tak Salah?

Pemerintahan Trump terkenal mudah sekali mengeluarkan tudingan-tudingan tak berdasar. Kendati demikian, pemerintahan Biden diharapkan dapat membuat penilaian yang berbeda tahun depan. Janet Yellen–yang digadang-gadang akan menjadi Menteri Keuangan AS di era Biden nanti– juga sempat memberikan pandangan yang bijak saat menjabat sebagai Ketua The Fed.

Tahun lalu, Yellen pernah berkata bahwa setiap putusan kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral akan memberikan konsekuensi terhadap nilai tukar. “Sangat sulit dan sangat berbahaya untuk menentukan kapan suatu negara mempermainkan mata uangnya untuk mendapatkan keuntungan perdagangan.” kata Yellen saat itu.

Para investor sendiri tak menganggap Swiss bersalah. Menurut Peter Boockvar, dari Bleakley Advisory Group, Swiss layak menjalankan kebijakan intervensi karena mereka telah mencetak uang dalam jumlah sangat banyak dan kemudian membeli saham-saham AS yang lebih banyak pula dibandingkan dengan negara-negara lain.

Pernyataan SNB tersebut muncul sehari sebelum pengumuman kebijakan moneternya sore nanti. Saat ini, USD/CHF diperdagangkan di kisaran 0.8852, cenderung flat sejak tanggal 10 Desember.

usdchf

Leave a Comment