Bank of America: Harga Minyak Naik Ke USD100 Pada 2022

XM broker promo bonus

Harga minyak mentah dunia telah melesat sejak Mei 2020 hingga Juli 2021 lalu. Pergerakan harga minyak WTI dan Brent selanjutnya gagal menembus resistan pada kisaran USD75 dan USD80 per barel, sehingga menurun ke kisaran USD70-an dalam perdagangan bulan September 2021 ini.

Sejumlah trader minyak lantas bertanya-tanya, apakah harga minyak telah melewati puncaknya dan kini akan masuk ke fase bearish lagi? Kebanyakan analis Wall Street tetap berpandangan bullish pada komoditi emas hitam ini.

Bank of America Harga Minyak Naik Ke USD100 Pada Tahun 2022

Francisco Blanch, pakar strategi komoditas di Bank of America, bahkan memperkirakan harga minyak bakal menyentuh USD100 pada tahun 2022. Prakiraan paling berani di kalangan analis Wall Street itu berlandaskan pada beragam faktor pada sisi permintaan dan penawaran di pasar minyak.

Blanch mengatakan, “Pertama-tama, ada banyak permintaan mobilitas yang tertahan setelah lockdown selama 18 bulan. Kedua, angkutan massal akan tertinggal, (sehingga) meningkatkan penggunaan mobil pribadi untuk jangka waktu yang lama. Ketiga, studi pra-pandemi menunjukkan lebih banyak pekerjaan jarak jauh dapat menghasilkan jarak berkendara yang lebih banyak, karena ‘bekerja dari rumah‘ berubah menjadi ‘kerja dari mobil’.”

“Di sisi penawaran, kami memperkirakan tekanan kebijakan pemerintah di AS dan di seluruh dunia untuk mengekang belanja modal pada kuartal mendatang untuk memenuhi target Persetujuan Paris. Kedua, investor menjadi lebih vokal menentang pengeluaran sektor energi karena alasan keuangan dan LST (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola -red). Ketiga, tekanan peradilan meningkat untuk membatasi emisi karbon dioksida.”

“Singkatnya, permintaan siap untuk bangkit kembali dan pasokan mungkin tidak sepenuhnya mengikuti (kenaikan permintaan tersebut), sehingga menempatkan OPEC pada posisi pengendali pasar minyak pada tahun 2022,” pungkas Blanch.

Baca Juga:   Dampak Kenaikan Harga Minyak Mentah Terhadap Perekonomian

Prediksi Blanch sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Seandainya pandemi berkepanjangan lagi dan permintaan BBM batal naik tahun depan pun, realisasinya mungkin hanya akan tertunda ke jangka waktu yang lebih lama.

Kita dapat ikut ambil untung dari proyeksi kenaikan harga minyak yang cukup fantastis ini dengan berinvestasi dalam aset-aset keuangan terkait komoditas minyak. Misalnya saham perusahaan minyak, kontrak berjangka minyak, atau trading pada minyak CFD.

Tagged With :

Leave a Comment