Awas! Trump dan Sentimen Negatif Asia Jadi Ancaman Baru IHSG

 

Berikut adalah penjelasan mengenai prediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk perdagangan Rabu (27/8).

Ada pandangan berbeda dari dua sekuritas: Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas. Keduanya memiliki analisis teknikal yang mengarah pada kesimpulan yang berbeda, tetapi sama-sama melihat adanya potensi koreksi atau pelemahan jangka pendek.

1. Analisis Phintraco Sekuritas

Phintraco Sekuritas memprediksi bahwa IHSG berpotensi melanjutkan koreksi atau penurunan. Alasannya adalah:

  • Secara teknikal, indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) mengalami Death Cross, yang umumnya dianggap sebagai sinyal bearish atau sinyal bahwa tren penurunan akan berlanjut.
  • Hal ini diperkuat oleh kenaikan volume penjualan dan pergerakan indikator Stochastic RSI di area pivot.
  • Mereka memprediksi IHSG akan menguji level support di kisaran 7.800-7.850. Level support adalah batas bawah harga yang diperkirakan akan menahan penurunan lebih lanjut.

2. Analisis MNC Sekuritas

MNC Sekuritas, di sisi lain, memiliki pandangan yang lebih optimistis namun tetap waspada.

  • Mereka melihat IHSG masih memiliki ruang untuk menguat dan menguji level 8.025-8.102. Ini didasarkan pada analisis teknikal yang mengacu pada pola Elliott Wave.
  • Meskipun demikian, mereka juga mengingatkan bahwa ada potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 7.815-7.831. Ini menunjukkan bahwa kenaikan mungkin tidak mulus dan bisa diinterupsi oleh penurunan sementara.

Sentimen yang Mempengaruhi IHSG

Kedua pandangan tersebut dipengaruhi oleh beberapa sentimen negatif, terutama dari luar negeri (eksternal), yang dianggap sebagai pemicu koreksi:

  • Ancaman Donald Trump: Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 200% terhadap ekspor mineral tanah jarang dari China ke AS. Ancaman ini juga ditujukan kepada negara-negara yang tidak menghapus pajak digital. Hal ini memicu sentimen negatif di pasar global dan bursa regional Asia.
  • Perlambatan Ekonomi Global: Pertemuan antara Presiden AS dan Presiden Korea Selatan juga menjadi perhatian investor terkait kesepakatan dagang yang menetapkan tarif impor 15% atas ekspor Korea Selatan ke AS. Konflik dagang semacam ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
  • Kebijakan The Fed: Pelemahan indeks futures di bursa Wall Street terjadi setelah Presiden Trump memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook, yang menimbulkan ketidakpastian mengenai kebijakan moneter AS di masa depan.

Rekomendasi Saham

Sebagai tambahan, artikel tersebut juga mencantumkan beberapa saham yang direkomendasikan oleh kedua sekuritas untuk dicermati:

  • Phintraco Sekuritas: AADI, RAJA, PGEO, TOBA, dan INDF.
  • MNC Sekuritas: BMRI, BUKA, BUMI, dan GJTL.

Penting untuk diingat bahwa rekomendasi ini bukanlah ajakan untuk membeli atau menjual. Keputusan investasi harus didasarkan pada riset dan pertimbangan pribadi, mengingat pasar saham sangat dinamis dan penuh risiko.

Leave a Comment