AS Akan Setop Ekspor Chip AI ke China, Wall Street Ditutup Bervariasi

Pada penutupan perdagangan Selasa (17/10/2023), indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi. Nasdaq dan S&P ditutup melemah, sedangkan Dow Jones menguat tipis. Ini dipengaruhi imbal hasil Treasury yang naik, serta pemerintahan Joe Biden yang berencana untuk menghentikan pengiriman chip kecerdasan buatan (AI) ke China.

Dilansir Reuters, Selasa (18/10), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 13,11 poin, atau 0,04 persen menjadi 33.997,65, S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,43 poin, atau 0,01 persen menjadi 4.373,2 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 34,24 poin, atau 0,25 persen menjadi 13.533,75.

Kebijakan Joe Biden yang menyetop ekspor pengiriman chip AI ke China juga membuat Indeks Semikonduktor Philadelphia SE (.SOX) turun 0,8 persen dan saham Nvidia (NVDA.O) turun 4,7 persen.

Namun faktor pendongkrak Wall Street adalah laporan pendapatan yang optimis dari perusahaan-perusahaan termasuk Bank of America (BAC.N), yang sahamnya naik 2,3 persen menyusul hasil kuartalan bank tersebut. Sektor keuangan (.SPSY) naik 0,6 persen dan merupakan salah satu sektor positif terbesar di S&P 500.

“Kami memperoleh pendapatan yang cukup bagus dari sebagian besar perusahaan besar yang melaporkan hari ini. Namun indeks mengalami hambatan karena imbal hasil naik lebih tinggi,” kata Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities, Peter Cardillo.

Data sebelumnya menunjukkan penjualan ritel AS meningkat lebih dari perkiraan pada bulan September karena rumah tangga meningkatkan pembelian kendaraan bermotor dan menghabiskan lebih banyak uang di restoran dan bar. Data terpisah menunjukkan produksi di pabrik-pabrik AS meningkat lebih dari perkiraan pada bulan September.

“Kabar baik bisa menjadi berita buruk bagi pasar saham karena ini menyiratkan bahwa (Federal Reserve) akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, dan mungkin hal itu menghilangkan beberapa ekspektasi penurunan suku bunga pada tahun 2024,” kata Kepala Strategi Pasar di Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene di Troy, Michigan.

The Fed telah menaikkan suku bunga acuan overnight sebesar 525 basis poin sejak Maret 2022 dalam upaya untuk meredakan inflasi. Investor juga masih cemas mencermati berita konflik di Timur Tengah.

Volume di bursa AS adalah 0,25 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,41 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Jumlah obligasi yang naik melebihi jumlah obligasi yang menurun di NYSE dengan rasio 1,34 banding 1, di mana menguntungkan saham-saham yang menguat di Nasdaq.

S&P 500 membukukan 17 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan enam titik terendah baru, sedangkan Nasdaq Composite mencatat 48 titik tertinggi baru dan 151 titik terendah baru.

 

Leave a Comment