Indeks utama Wall Street ditutup melemah tajam setelah aksi jual di akhir sesi pada perdagangan Rabu (18/11). Aksi jual disebabkan karena investor khawatir soal lonjakan infeksi COVID-19 dan ancaman lockdown.
Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average. DJI turun 344,93 poin, atau 1,16 persen, menjadi 29.438,42, S&P 500 .SPX kehilangan 41,74 poin, atau 1,16 persen menjadi 3.567,79 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 97,74 poin, atau 0,82 persen menjadi 11.801,60.
Pfizer Inc PFE.N dan mitranya di Jerman BioNTech BNTX.O mengungkapkan tingkat keberhasilan 95 persen pada akhir uji coba vaksin COVID-19 mereka. Kabar itu diumumkan beberapa hari setelah Moderna Inc MRNA.O juga mengatakan tingkat keberhasilan yang sama dalam data awal dari kandidat vaksinnya.
Pelaku pasar telah menyambut perkembangan vaksin dengan optimisme yang dijaga. Tetapi optimisme itu diuji ketika kasus baru secara global melonjak kembali dan adanya ancaman lockdown.
Semua 11 sektor utama di S&P 500 ditutup di wilayah negatif, dengan saham energi .SPNY mengalami penurunan terbesar.
Musim pelaporan kuartal ketiga telah mencapai babak terakhir, dengan 468 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 84,4 persen telah mengejutkan konsensus dengan hasil di atas prediksi.
Boeing Co BA.N awalnya memberikan dorongan terbesar ke Dow setelah Komisi Penerbangan Federal memberi lampu hijau pada pesawat 737 MAX yang sempat di-grounded untuk melanjutkan penerbangan. Tetapi sahamnya kemudian berbalik arah, turun 3,2 persen
Target Corp TGT.N dengan mudah mengalahkan perkiraan laba kuartalan dan penjualan, didorong oleh lonjakan penjualan digital yang sebesar 155 persen. Saham ritel tersebut naik 2,3 persen.
Lowe’s Companies Inc LOW.N turun 8,2 persen setelah peritel tersebut memperkirakan pendapatan kuartalan lebih rendah dari perkiraan karena mereka tengah memperkuat bisnis online dan membagikan bonus karyawan untuk meringankan kesulitan terkait pandemi.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,42 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,44 miliar saham.