Ketiga indeks utama Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Selasa (21/4). Harga minyak yang jatuh sangat dalam serta kekhawatiran perlambatan ekonomi membuat bursa saham AS rontok.
Dilansir Reuters, Rabu (22/4), Dow Jones Industrial Average turun 2,67 persen menjadi berakhir pada 23.018,88 poin, sedangkan S&P 500 kehilangan 3,07 persen menjadi 2.736,57, serta Nasdaq Composite turun 3,48 persen menjadi 8.223,23.
Seluruh sektor S&P 500 turun lebih dari 1,6 persen. Indeks teknologi informasi S&P merosot 4,1 persen dan indeks keuangan turun 3,2 persen.
Sementara sektor energi anjlok di seluruh sesi perdagangan, setelah harga minyak WTI jatuh hingga minus USD 37,91 per barel.
Dengan runtuhnya kontrak berjangka Juni, investor ekuitas semakin waspada kerusakan ekonomi akibat terhentinya aktivitas bisnis dan memicu jutaan putus hubungan kerja (PHK).
Investor pun akan fokus mencermati laporan kinerja kuartal I 2020 yang dinilai akan terdampak pandemi virus corona.
Indeks acuan S&P 500 sebelumnya naik lebih dari 20 persen dari level terendahnya di Maret, didukung oleh stimulus yang dikeluarkan Presiden Trump hingga triliunan dolar AS.
“Pertanyaannya adalah, apakah ini konsolidasi setelah pasar berlari begitu cepat, atau apakah ini awal dari kemunduran yang lebih penting secara keseluruhan?” kata Quincy Krosby, ahli strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.
Klaim pengangguran AS mencapai 22 juta pada bulan lalu karena banyak perusahaan melakukan efisiensi biaya demi mengatasi penurunan pendapatan. Tak hanya itu, aktivitas bisnis juga terganggu akibat pandemi COVID-19 dan memicu resesi ekonomi.
Saham Coca-Cola Co (KO.N) anjlok 2,5 persen, setelah perusahaan mengatakan kinerja kuartal pertama tahun ini akan terpukul akibat rendahnya permintaan.
International Business Machines Corp (IBM.N) turun 3 persen, setelah perusahaan menurunkan perkiraan pendapatan tahun ini.
Namun demikian, saham Netflix (NFLX.O) melonjak 2,6 persen. Perusahaan video streaming ini melaporkan lebih banyak pelanggan berbayar dari yang diharapkan di kuartal I 2020.
Texas Instruments (TXN.O) juga naik 3 persen setelah perusahaan teknologi ini melaporkan kinerja kuartal I 2020.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 12,1 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 13,2 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.