Ketiga indeks utama Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Presiden Donald Trump dinyatakan positif corona membuat ketidakpastian meningkat dan investor semakin berhati-hati.
Dilansir Reuters, Senin (5/10), Dow Jones Industrial Average turun 134,09 poin atau 0,48 persen menjadi 27.682,81, indeks S&P 500 kehilangan 32,36 poin atau 0,96 persen menjadi 3.348,44, dan Nasdaq Composite turun 251,49 poin atau 2,22 persen menjadi 11.075,02.
Aksi jual terjadi di hari Jumat, namun selama sepekan lalu S&P dan Nasdaq naik masing-masing 1,5 persen, sementara Dow naik 1,9 persen.
Donald Trump mengkonfirmasi statusnya positif terkena corona pada Kamis malam waktu AS. Orang nomor satu di AS itu pun langsung di bawa dari Gedung Putih untuk menjalankan karantina dan pengobatan.
Hal tersebut membuat investor khawatir. Namun pihak Gedung Putih menegaskan, meskipun Trump terkena corona, tidak akan dibebastugaskan dari tanggung jawabnya.
“Ini menambah ketidakpastian lebih lanjut ke dalam hasil pemilu,” kata Roberto Perli, kepala penelitian kebijakan global di Cornerstone Macro, Washington.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi, menyetujui bantuan fiskal USD 25 miliar untuk industri penerbangan.
Maskapai penerbangan komersial menyambut baik kabar tersebut. Indeks S&P 1500 Airline.(SPCOMAIR) naik 2,3 persen.
“Pasar juga memperhatikan kemungkinan paket stimulus lain akan segera disepakati. Jika itu terjadi, bisa mengimbangi sebagian dari ketidakpastian yang ditimbulkan oleh berita COVID-19,” tambah Perli.
Partai Demokrat menyetujui bantuan fiskal senilai USD 2,2 triliun. Namun di sisi lain, Partai Republik masih enggan menyetujui bantuan stimulus tersebut.
Perselisihan untuk stimulus fiskal corona di AS sudah berlangsung lebih dari dua bulan. Sementara tunjangan untuk pengangguran terus bertambah.
Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja bisa melambat. Selama September 2020, lapangan kerja hanya bertambah 661.000 pekerjaan baru. Padahal 22 juta pekerjaan telah hilang sejak pandemi corona.
Saham Tesla Inc (TSLA.O) anjlok 7,4 persen setelah pengiriman kendaraan mobil listrik itu gagal mencapai target di kuartal III ini.
Volume di bursa AS adalah 9,30 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 9,93 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.