Pengaruh Suku Bunga BI Terhadap Investasi Saham BEI

Pada rapat kebijakan hari ini (23/Oktober), Bank Indonesia memutuskan untuk membiarkan suku bunga 7-day Reverse Repo Rate (7DRRR) tetap pada level 5.75 persen. Imbasnya, IHSG merosot 0.73 persen atau 42.54 poin ke level 5,797.89 dan aksi jual investor asing mencapai Rp183 Miliar dalam sehari. Bagaimana sebenarnya pengaruh suku bunga BI terhadap investasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Pengaruh Suku Bunga BI Terhadap Investasi Saham BEI

Daya Tarik Suku Bunga Bagi Investor Asing

Secara teoritis, suku bunga menyiratkan tingkat imbal hasil investasi di suatu negara. Apabila suku bunga suatu negara meningkat, maka imbal hasil investasinya bisa jadi dianggap makin menarik oleh investor asing. Di sisi lain, jika suku bunga suatu negara menurun atau tetap sementara suku bunga negara lain meningkat, maka imbal hasil investasinya bisa dianggap makin tak menarik.

Inilah sebab mengapa aksi jual investor langsung melonjak begitu BI memutuskan untuk tak menaikkan suku bunga hari ini. Bagi BI, kebijakan ini selaras dengan kondisi ekonomi Indonesia terkini. Namun, investor tak selalu peduli dengan kebijakan apa yang terbaik bagi suatu negara, karena seringkali lebih berfokus pada seberapa besar keuntungan atau risiko investasi di negara tersebut.

Imbas Kenaikan Suku Bunga Bagi Saham Per Sektor

Secara riil, perubahan suku bunga BI akan berdampak pula pada imbal hasil investasi bagi tiap sektor saham. Apabila ada kenaikan suku bunga BI, saham sektor Finance berpotensi mengalami peningkatan NPL (Non-performing Loan), sehingga harga saham sektor ini akan cenderung menurun. Sektor saham lain yang akan terdampak buruk termasuk emiten-emiten yang bertumpu pada dana pinjaman (kredit) untuk mendanai ekspansi dan meningkatkan penjualan, seperti Properti atau Infrastruktur. Sebaliknya, penurunan suku bunga BI dapat berimbas pada kenaikan harga saham pada ketiga sektor tersebut.

Sebagai bukti, kita dapat melihat data-data hari ini, setelah Bank Indonesia memutuskan untuk tidak merubah suku bunga, tetapi membiarkan suku bunga tetap pada level tinggi. Akibatnya, dalam rangkuman hasil perdagangan pada akhir sesi kedua, sektor Infrastruktur menunjukkan kemerosotan terbesar dibanding 9 sektor saham lainnya, yaitu sebesar -2.01 persen. Sektor Properti mengalami -0.43 persen dan sektor Finance mencatat -0.77 persen.

Tagged With :

Leave a Comment