Pengaruh Suku Bunga Terhadap Pasar Saham

Topik suku bunga menghiasi headline berita ekonomi dan keuangan selama beberapa hari terakhir. Sedikitnya empat bank sentral terkemuka dunia mengumumkan suku bunga sejak awal pekan, sehingga banyak investor saham ikut-ikutan menyorotinya. Bank Indonesia juga mengumumkan pemangkasan suku bunga hari ini (19/9/2019). Agar bisa menelaah dengan tepat, kita perlu tahu bagaimana pengaruh suku bunga terhadap pasar saham. Apa yang akan terjadi jika suku bunga meningkat atau menurun?

Perbedaan Pasar Reguler, Pasar Negosiasi, dan Pasar Tunai di BEI

Secara teoritis, kenaikan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) berpotensi menjatuhkan saham-saham di bursa Wall Street. Mengapa? Karena kenaikan suku bunga acuan akan mengakibatkan bunga pinjaman meningkat. Semakin besar bunga pinjaman yang harus dibayar oleh korporasi AS, maka makin kecil dana yang dapat dipergunakannya untuk ekspansi usaha atau rekrutmen tenaga kerja baru. Sebaliknya, pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi mendorong kenaikan harga saham-saham Wall Street.

Selain itu, kenaikan dan penurunan suku bunga juga akan memengaruhi psikologi konsumen dan pebisnis. Ketika suku bunga naik, pebisnis dan konsumen akan cenderung mengurangi anggaran belanja mereka. Akibatnya, pendapatan korporasi cenderung berkurang. Di sisi lain, ketika suku bunga turun, maka pebisnis dan konsumen dapat menambah anggaran belanja mereka, sehingga meningkatkan pendapatan korporasi.

Lalu, bagaimana dengan suku bunga dan pasar saham Indonesia? Patut diperhatikan, perekonomian Indonesia merupakan perekonomian terbuka kecil yang mudah dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, termasuk kebijakan bank sentral AS dan dinamika pasar saham di sana. Setelah saham-saham Wall Street rontok, biasanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga memerah.

Kebijakan Bank Indonesia tetap memiliki pengaruh penting terhadap pasar keuangan nasional. Kenaikan suku bunga acuan BI, misalnya, secara nyata dapat mendongkrak marjin laba emiten perbankan, sehingga investor lebih tertarik untuk memborong saham-saham sektor Finance. Akan tetapi, pengaruh BI itu berbaur dengan faktor-faktor eksternal.

Sebagai contoh, BI memangkas suku bunga dari 5.50 persen menjadi 5.25 persen hari ini. Namun, aksi jual asing mendorong IHSG terpuruk 0.51 persen ke level 6,244.47. Dan mengapa asing marak jual? Karena pernyataan sejumlah bank sentral terkemuka mengisyaratkan kondisi beberapa negara maju (termasuk AS) yang lebih sehat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Tagged With :

Leave a Comment