Wall Street Merekah: Indeks Nasdaq Cetak Rekor Ditopang Demam Saham AI

Pasar saham AS (Wall Street) mencatatkan kinerja positif yang signifikan pada perdagangan Senin (21/9) waktu setempat. Lonjakan ini didorong oleh kombinasi penguatan saham sektor teknologi, sektor semikonduktor, pergerakan positif isu kecerdasan buatan (AI), serta meredanya tekanan dari imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak mentah dunia.

  • Pencapaian dan Pergerakan Tiga Indeks Utama Wall Street

    • Nasdaq Composite: Melonjak sebesar 2,26% hingga ditutup pada level 27.122,09. Angka ini menandai rekor penutupan tertinggi baru bagi indeks berbasis teknologi tersebut sejak 2 Juni.

    • S&P 500: Menguat sebesar 1,49% dan ditutup pada posisi level 7.764,70, didorong oleh performa kuat sebagian besar sektor penyusunnya.

    • Dow Jones Industrial Average (DJIA): Turut mencatat kenaikan sebesar 0,71% hingga mencapai posisi level 52.048,83.

  • Lonjakan Saham Sektor Teknologi dan Semikonduktor

    • Intel & Arm Holdings: Saham Intel mencatat lonjakan dramatis hingga 12,2%, sementara saham Arm Holdings melonjak sebesar 17%.

    • AMD (Advanced Micro Devices): Saham AMD melonjak sekitar 10%. Kenaikan signifikan ini secara historis berhasil mengantarkan nilai kapitalisasi pasar AMD melampaui ambang batas USD 1 triliun untuk pertama kalinya.

    • Indeks Semikonduktor PHLX (SOX): Secara keseluruhan, indeks industri chip ini terangkat pesat hingga 4,3%.

    • Meta Platforms: Melonjak sebesar 11,4% setelah Wells Fargo menaikkan target harganya. Sentimen ini terdorong oleh peluncuran Muse, yaitu asisten berbasis AI terbaru buatan Meta.

  • Sentimen AI dan Faktor Makroekonomi Pendukung

    • Optimisme Investasi AI: Investor kembali berani mengalokasikan modal ke sektor AI, mengabaikan kekhawatiran seputar risiko keamanan AI yang sempat memicu aksi jual massal sepekan sebelumnya.

    • Penurunan Imbal Hasil Treasury AS: Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun melandai hingga turun di bawah level psikologis 5%, mengurangi beban biaya pinjaman perusahaan.

    • Penurunan Harga Minyak Mentah: Harga minyak Brent sempat jatuh di bawah USD 100 per barel sebelum ditutup pada level USD 100,34 per barel (level terendah sejak 9 September). Penurunan harga energi ini memberikan angin segar terhadap ekspektasi inflasi dan arah suku bunga bank sentral AS (The Fed).

    • Faktor Geopolitik: Pasar merespons spekulasi wacana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela sidang PBB pekan ini.

  • Kinerja Sektor dan Volume Perdagangan Pasar

    • Performa Sektor S&P 500: Sebanyak 8 dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup di zona hijau. Sektor jasa komunikasi memimpin penguatan dengan naik 4,16%, diikuti sektor teknologi informasi yang terangkat 2,4%.

    • Volume Transaksi: Total volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 16,5 miliar saham, melampaui rata-rata harian 20 sesi terakhir yang berada di angka 16,2 miliar saham.

Leave a Comment