Analisis Penutupan Bursa Saham AS (Wall Street) Jumat (5/12)
Penutupan perdagangan akhir pekan di Wall Street pada Jumat (5/12) menunjukkan kenaikan tipis pada indeks-indeks utama, didorong oleh serangkaian rilis data ekonomi yang memperkuat ekspektasi pasar mengenai potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada pekan berikutnya.
-
Pergerakan Indeks Utama:
-
Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik tipis 104,05 poin (0,22%) mencapai 47.954,99.
-
S&P 500 (.SPX) menguat sebesar 13,28 poin (0,19%) ke level 6.870,40.
-
Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 72,99 poin (0,31%) ditutup pada 23.578,13.
-
Ketiga indeks utama ini mencatatkan kenaikan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut, dengan S&P 500 naik 0,31%, Nasdaq menguat 0,91%, dan Dow bertambah 0,5%.
-
-
Pendorong Utama: Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed:
-
Fokus pasar beralih ke data-data ekonomi yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan AS (selama 43 hari) dan indikator pendukung lainnya.
-
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memproyeksikan probabilitas tinggi, yaitu 87,2%, terjadinya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan ini.
-
Ekspektasi ini melonjak signifikan, mengingat dua minggu sebelumnya probabilitas pemangkasan berada di bawah 30%, sebelum adanya dukungan dari beberapa pejabat The Fed.
-
Para investor menantikan pertemuan The Fed pada Rabu (10/12) sebagai penentu, selain data-data ekonomi yang akan dirilis. Pertanyaan utama bukan hanya mengenai pemangkasan, tetapi juga petunjuk arah kebijakan moneter ke depan dari Ketua The Fed, Jerome Powell.
-
-
Data Ekonomi yang Dirilis:
-
Belanja Konsumen (Departemen Perdagangan): Meningkat 0,3% pada September, sesuai perkiraan ekonom. Data Agustus direvisi turun dari kenaikan 0,5%. Belanja konsumen menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS.
-
Indeks Harga Personal Consumption Expenditures (PCE): Naik 0,3% setelah peningkatan 0,3% pada Agustus. Secara tahunan hingga September, indeks harga PCE naik 2,8% setelah 2,7% pada Agustus, keduanya sesuai proyeksi pasar.
-
Sentimen Konsumen (University of Michigan’s Surveys of Consumers): Membaik menjadi 53,3 pada awal Desember, melampaui proyeksi pasar sebesar 52.
-
-
Kinerja Sektor dan Saham Pilihan:
-
Sektor Komunikasi menjadi sektor berkinerja terbaik dari 11 sektor di S&P 500, melonjak hampir 1% dan mencetak rekor penutupan tertinggi, dipicu oleh berita merger dan akuisisi.
-
Saham Warner Bros Discovery melesat 6,3% setelah Netflix sepakat membeli divisi TV, studio film, dan streaming mereka senilai USD 72 miliar.
-
Sebaliknya, saham Netflix ditutup turun 2,9%, dan Paramount Skydance (penawar lain) merosot 9,8%.
-
Saham Ulta Beauty melonjak 12,7% setelah menaikkan proyeksi penjualan dan laba tahunannya.
-
Sektor Kesehatan S&P 500 melemah setelah kelompok penasihat vaksin membatalkan rekomendasi vaksin hepatitis B saat lahir untuk seluruh bayi di AS.
-
-
Aksi Reli Saham Berkapitalisasi Kecil:
-
Saham berkapitalisasi kecil, yang diwakili oleh Russell 2000, melanjutkan reli kuat dalam dua pekan terakhir, naik 0,8% pekan ini setelah melejit 5,5% pekan sebelumnya.
-
Kelompok saham ini diperkirakan akan sangat diuntungkan dari pemangkasan suku bunga, yang cenderung menaikkan harga saham-saham dengan leverage tinggi dan kurang menghasilkan laba.
-
-
Volume dan Rasio Perdagangan:
-
Volume perdagangan tercatat 16,2 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,72 miliar.
-
Jumlah saham turun melebihi saham naik di kedua bursa (NYSE 1,01:1 dan Nasdaq 1,22:1).
-