IHSG Diproyeksi Menguat ke 8.480, Ditopang Sinyal Teknikal dan Sentimen Global Positif

Prospek Penguatan IHSG

  • IHSG diproyeksi kembali menguat pada perdagangan Selasa (18/11) setelah pada hari sebelumnya, Senin (17/11), indeks ditutup naik di level 8.416,88 atau menguat 0,55 persen.

  • Kenaikan ini menunjukkan adanya respons positif pasar terhadap data teknikal dan beberapa sentimen domestik maupun global yang mendukung terbentuknya tren penguatan lanjutan.

Analisis Teknikal IHSG

  • Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG mampu bertahan di atas garis MA5, menandakan momentum bullish jangka pendek masih cukup kuat.

  • Histogram positif MACD juga menunjukkan kembali adanya peningkatan, mengindikasikan sinyal penguatan yang stabil.

  • Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area overbought, pola yang sering kali menjadi tanda bahwa penguatan masih bisa berlanjut meski ruang kenaikan sedikit lebih terbatas.

  • Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan menguji level 8.450–8.480 sebagai target resistance terdekat.

Pergerakan Sektor Saham

  • Sektor properti menjadi motor utama penguatan pada perdagangan sebelumnya, mencerminkan adanya peningkatan minat investor terhadap sektor yang sensitif terhadap suku bunga.

  • Di sisi lain, sektor basic material tercatat mengalami tekanan paling dalam, kemungkinan dipengaruhi oleh penurunan permintaan global serta volatilitas harga komoditas.

Sentimen Rupiah dan Kebijakan Bank Indonesia

  • Rupiah melemah di posisi Rp 16.736 per dolar AS pada 17 November, sejalan dengan menguatnya indeks dolar akibat pernyataan hawkish pejabat The Fed.

  • Kondisi ini membuat pasar memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen dalam RDG 18–19 November.

  • Pemerintah juga menambah penempatan dana di perbankan sebesar Rp 25 triliun masing-masing di BMRI, BBRI, dan BBNI, serta Rp 1 triliun di Bank Jakarta, yang dapat mendorong likuiditas dan menopang stabilitas pasar.

Sentimen Global dan Regional

  • Indeks saham Asia bergerak variatif dipengaruhi ketegangan hubungan China–Jepang, setelah Beijing memperingatkan warganya terkait keselamatan di Jepang.

  • Dari data ekonomi, Jepang mencatat kontraksi PDB 0,4 persen QoQ pada kuartal III 2025—kontraksi pertama sejak awal 2024—dipicu melemahnya konsumsi.

  • Dari Amerika Serikat, pernyataan Christopher Waller yang mendukung pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember menjadi sentimen positif yang menambah optimisme pasar global.

Rekomendasi Saham

  • Phintraco Sekuritas memilih saham BBRI, ASII, ASRI, MYOR, dan WIIM sebagai top picks untuk 18 November.

  • Mirae Asset merekomendasikan CUAN, TPIA, dan ULTJ, dengan keyakinan bahwa tren naik IHSG masih kuat karena MA20 dan MA60 sedang membentuk positive crossover.

Catatan

  • Danantara dijadwalkan mulai berinvestasi di pasar modal pada Januari 2026, berpotensi mendorong likuiditas jangka panjang.

  • Seluruh analisis ini tidak berupa ajakan membeli, menjual, atau menahan saham tertentu.

Leave a Comment