-
Kondisi Penutupan Sebelumnya:
-
IHSG ditutup melemah 0,30% ke level 8.092,63 pada perdagangan Selasa (28/10).
-
Sebelumnya indeks sempat dibuka menguat, namun tekanan jual yang meningkat membuat mayoritas saham berbalik ke zona merah menjelang penutupan.
-
-
Analisis Teknis Phintraco Sekuritas:
-
Histogram negatif pada indikator MACD kembali melebar, menandakan tekanan jual semakin dominan.
-
Stochastic RSI terus bergerak turun di area pivot, memperkuat sinyal pelemahan jangka pendek.
-
Volume perdagangan tinggi menunjukkan aktivitas distribusi yang kuat, menandakan investor cenderung melepas saham.
-
IHSG saat ini berada di bawah MA5 dan MA20, bahkan mulai mendekati MA50 di kisaran 8.010, yang menjadi area penting bagi arah pergerakan selanjutnya.
-
Pergerakan indeks juga mendekati lower band Bollinger, menandakan potensi fase konsolidasi melemah.
-
-
Proyeksi Level Teknis:
-
Analis memperkirakan IHSG akan menguji level psikologis 8.000.
-
Jika level tersebut jebol (break low), maka indeks berpotensi turun lebih dalam menuju support kuat di 7.850.
-
-
Faktor Tekanan Pasar:
-
Profit taking pada saham komoditas emas akibat koreksi harga emas global.
-
Pelemahan saham-saham blue chip berkapitalisasi besar, termasuk sektor konglomerasi yang terus mengalami koreksi.
-
Sektor industrial mencatat koreksi terdalam, sedangkan sektor properti menjadi satu-satunya yang mencatatkan penguatan moderat.
-
-
Sentimen Global:
-
Pertemuan antara Presiden Donald Trump dan PM Jepang Sanae Takaichi (28/10) menghasilkan kesepakatan kerangka kerja terkait pasokan mineral tanah jarang (rare earth).
-
Jepang juga berkomitmen menawarkan paket investasi senilai USD 550 miliar ke AS, mencakup industri kapal, gas alam, kedelai, dan kendaraan niaga ringan.
-
Meski positif secara jangka panjang, pasar Asia termasuk Indonesia bereaksi negatif sementara karena kekhawatiran ketidakseimbangan perdagangan.
-
-
Rekomendasi Saham:
-
Phintraco Sekuritas menyarankan fokus pada saham MYOR, LSIP, EMTK, TAPG, dan MBMA.
-
MNC Sekuritas merekomendasikan saham BMRI, BRPT, FORE, dan RATU, dengan skenario “best case” bahwa IHSG sudah berada di akhir wave (ii) dan berpotensi rebound ke area 8.209–8.268.
-
-
Kesimpulan:
-
Secara keseluruhan, IHSG masih berada dalam fase koreksi alami setelah reli panjang sebelumnya.
-
Sentimen eksternal dan teknikal menunjukkan peluang pelemahan lanjutan, namun area support di 8.000–7.850 berpotensi menjadi titik balik jika ada rebound teknikal.
-