Inilah proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin, 22 September 2025:
1. Pergerakan IHSG
-
IHSG pada Jumat (19/9) ditutup menguat 0,53% ke level 8.051.
-
Pada perdagangan Senin (22/9), analis memperkirakan IHSG masih berpotensi lanjut menguat ke area 8.102–8.125.
-
Namun ada catatan teknikal: jika skenario terburuk (worst case) terjadi, IHSG sudah menyelesaikan wave [b] dari wave 2 menurut analisis gelombang (Elliott Wave).
2. Analisis Teknis
-
MNC Sekuritas: optimis IHSG bisa menguat, tapi tetap perlu waspada skenario koreksi. Saham rekomendasi: AADI, BMRI, MBMA, TPIA.
-
Phintraco Sekuritas:
-
Stochastic RSI → mulai masuk area overbought (rawan koreksi jangka pendek).
-
MACD histogram → masih positif (tren jangka menengah masih sehat).
-
Proyeksi IHSG bergerak sideways di kisaran 7.970–8.070, menunggu katalis baru.
-
Saham pilihan minggu ini: SRTG, RATU, BKSL, ADRO, TOWR.
-
3. Faktor Fundamental
-
Eksternal:
-
Tiongkok diperkirakan akan menahan suku bunga acuan Loan Prime Rate (1 tahun = 3%, 5 tahun = 3,5%).
-
AS akan merilis Core PCE Price Index Agustus 2025 (indikator inflasi utama The Fed) pada Jumat (26/9), diproyeksi tetap +0,3% MoM.
-
-
Domestik:
-
Rilis data M2 Money Supply Agustus 2025 pada Selasa (23/9), yang bisa memengaruhi sentimen likuiditas pasar.
-
4. Kesimpulan
-
IHSG masih ada peluang menguat, tapi ruang penguatan terbatas karena indikator teknikal menunjukkan overbought.
-
Pergerakan kemungkinan besar akan sideways (7970–8070) sambil menunggu katalis baru dari data ekonomi global (China & AS) serta domestik (M2).
-
Investor disarankan selektif memilih saham sektor perbankan, energi, dan infrastruktur yang direkomendasikan analis. (*)