Pasar saham Amerika Serikat, khususnya Wall Street, mengalami guncangan dan ditutup melemah tajam pada hari Kamis, 10 April. Tiga indeks utama mencatatkan penurunan signifikan:
- Dow Jones Industrial Average (DJIA): Turun sebesar 1.014,79 poin atau 2,50 persen, berakhir di level 39.593,66.
- S&P 500: Kehilangan 188,85 poin atau 3,46 persen, mencapai level 5.268,05.
- Nasdaq Composite: Terjatuh paling dalam, sebesar 737,66 poin atau 4,31 persen, ditutup pada 16.387,31.
Penyebab utama dari pelemahan tajam ini adalah kekhawatiran investor terhadap dampak ekonomi dari perang tarif yang dilancarkan oleh Presiden Donald Trump terhadap sejumlah negara.
Kronologi Peristiwa Penting:
- Rebound Sehari Sebelumnya: Kejatuhan ini terjadi setelah pasar sempat mengalami rebound (pemulihan) yang besar pada hari sebelumnya. Rebound tersebut dipicu oleh pengumuman Presiden Trump yang menunda penerapan tarif selama 90 hari.
- Euforia yang Tidak Bertahan Lama: Kegembiraan pasar akibat penundaan tarif ternyata tidak berlangsung lama.
- Kekhawatiran Kembali Muncul: Investor kembali merasa ragu karena ketidakpastian mengenai arah kebijakan perdagangan Trump dan hasil negosiasi dagang yang belum jelas.
- Komentar Analis: Paul Nolte, penasihat senior di Murphy & Sylvest, menyatakan bahwa investor masih tidak yakin dengan arah kebijakan perdagangan ini dan kekhawatiran soal tarif menjadi sentimen dominan.
- Data Inflasi AS yang Positif: Dari sisi data ekonomi makro, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS menunjukkan perkembangan positif dengan penurunan yang tidak terduga pada bulan Maret. Inflasi inti tahunan juga melambat menjadi 2,8 persen, mendekati target bank sentral AS (The Fed).
- Ketidakpastian Kebijakan The Fed: Meskipun data inflasi positif, arah kebijakan The Fed masih belum pasti. Gubernur The Fed Michelle Bowman menyatakan bahwa dampak penuh kebijakan tarif Trump belum terlihat. Sementara Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee membuka peluang pemangkasan suku bunga jika ketegangan dagang mereda.
- Respons dari Uni Eropa dan Tiongkok: Uni Eropa menunda tarif balasan sebagai respons terhadap jeda 90 hari dari AS sambil menjajaki kesepakatan dagang baru. Namun, ketegangan dengan Tiongkok masih tinggi, dengan Beijing menegaskan tidak akan mundur.
- Lonjakan Indeks Volatilitas (VIX): Indeks volatilitas pasar CBOE (VIX), yang sering disebut sebagai “indeks ketakutan,” melonjak ke level 40,86, mengindikasikan tingkat kecemasan yang tinggi di kalangan investor.
- Kondisi Perdagangan di Lantai Bursa: Mayoritas saham di lantai bursa mengalami pelemahan. Di New York Stock Exchange (NYSE), rasio saham turun terhadap naik adalah 4,81 banding 1. Di Nasdaq, hanya 867 saham yang menguat, sementara 3.588 saham mengalami penurunan.
- Kesulitan Investor untuk Kembali ke Pasar: Volatilitas pasar yang tinggi membuat investor kesulitan untuk kembali masuk dan mengambil posisi.
Kesimpulan:
Guncangan di Wall Street pada tanggal 10 April tersebut terutama disebabkan oleh kembalinya kekhawatiran investor terkait perang tarif yang dipicu oleh kebijakan Presiden Trump. Meskipun ada jeda tarif dari AS dan data inflasi yang positif, ketidakpastian mengenai langkah selanjutnya dan potensi dampak ekonomi dari kebijakan perdagangan ini terus membebani sentimen pasar. Lonjakan indeks volatilitas juga mencerminkan tingkat kecemasan yang tinggi di kalangan pelaku pasar.