Strategi London Breakout, Teknik Trading Forex Paling Terkenal

Strategi trading forex apa sih yang paling terkenal? Membicarakan topik ini bisa membuka perbincangan asyik tiada akhir karena setiap trader pasti punya ide sendiri. Namun, coba sebut strategi London Breakout, maka hampir pasti tak ada trader forex berpengalaman yang tak mengenalnya.

Strategi London Breakout sangat populer di kalangan trader Indonesia maupun mancanegara karena kesederhanaan setting-nya. Strategi ini juga bisa diterapkan oleh trader pemula sekalipun, karena tak membutuhkan bantuan indikator teknikal atau fundamental sama sekali. Trader cukup memantau grafik harga saja, lalu eksekusi. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Pilih grafik EUR/USD atau GBP/USD, lalu buka timeframe H1 (Hourly).
  • Tandai posisi tiga candle terakhir sebelum pembukaan pasar London pada pukul 07:00 GMT. Misalnya seperti nampak pada gambar berikut ini:

Strategi London Breakout

  • Level tertinggi dari ketiga candle tersebut berfungsi sebagai level resisten, sedangkan level terendah dari ketiga candle tersebut berfungsi sebagai level support.
  • Untuk open posisi, gunakan Pending Order. Pasang Buy Stop dengan jarak sekitar 5-10 pips di atas resisten, serta Sell Stop sekitar 5-10 pips di bawah support.
  • Tunggu hingga salah satu Pending Order tersebut terpicu, kemudian batalkan Pending Order lainnya. Misalnya dalam contoh di atas, jelas nampak bahwa Buy Stop telah terpicu. Maka, langsung saja batalkan Sell Stop.
  • Biarkan posisi tersebut panen pips sebanyak-banyaknya hingga satu jam sebelum waktu penutupan pasar London pada pukul 15:00 GMT, atau pasang Trailing Stop per 15 pips. Namun, perhatikan bahwa posisi trading ini harus ditutup (close) paling lambat satu jam sebelum berakhirnya sesi London, karena arah pergerakan pasar setelah pembukaan sesi New York bisa berubah lagi. Perhatikan contoh kelanjutan posisi trading tadi di bawah ini:

Strategi London Breakout

Nah, mudah sekali bukan!? Sayangnya, strategi London Breakout ini kurang handal. Tidak jarang pergerakan harga berbalik dari bullish menjadi bearish, padahal Buy Stop sudah terpicu; atau harga berbalik jadi bullish, padahal Sell Stop sudah terpicu. Sehingga probabilitas suksesnya tidak jauh-jauh dari fifty-fifty.

Jebakan seperti itu sering muncul, khususnya ketika ada jadwal rilis data ekonomi penting dari Inggris atau Uni Eropa pada pertengahan sesi London. Jadi, apabila ingin menerapkannya, maka Anda perlu memeriksa kalender forex dulu untuk memastikan tidak ada schedule berita besar pada sesi London tersebut.

Tagged With :

Leave a Comment