Ada potensi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (3/3):
Penyebab Potensi Pelemahan IHSG:
- Penutupan IHSG yang Melemah:
- Pada hari Jumat (28/2), IHSG ditutup turun signifikan sebesar 3,31% ke posisi 6.270,597. Penurunan ini menjadi indikasi awal adanya tekanan jual di pasar saham.
- Penurunan indeks LQ45 yang juga signifikan, yaitu sebesar 3,80%, memperkuat sinyal pelemahan pasar.
- Analisis Teknikal:
- Analis Phintraco Sekuritas melihat adanya “pelebaran negative slope pada MACD,” yang mengindikasikan bahwa IHSG berpotensi menguji level support 6.200.
- Data Inflasi Februari:
- Rilis data inflasi Februari dari pemerintah menjadi faktor yang diperhatikan. Inflasi yang diperkirakan lebih rendah dapat memberikan efek pada pasar.
- Walaupun Inflasi diperkirakan lebih rendah, Inflasi inti diperkirakan naik, hal ini juga memberikan pengaruh pada pasar.
- Tekanan Jual Asing:
- Analis Phintraco Sekuritas menyoroti adanya indikasi tekanan jual asing yang kuat, yang berpotensi memicu reaksi negatif dari pelaku pasar.
- Pelemahan IHSG yang sudah mencapai 11% juga menandakan bahwa IHSG tergolong murah, tetapi tekanan jual asing yang kuat dapat melanjutkan pelemahan IHSG.
- Prediksi Level Support:
- MNC Sekuritas memprediksi bahwa jika IHSG menembus level support 6.203, maka koreksi akan berlanjut ke rentang 6.122-6.184.
Rekomendasi Saham:
- Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham seperti INDF, LSIP, ANTM, INCO, dan PSAB untuk diperhatikan.
- MNC Sekuritas merekomendasikan saham-saham seperti BRIS, DSNG, ESSA, dan BRMS untuk diperhatikan.
Peringatan Penting:
- Pasar masih perlu berhati-hati terhadap potensi pelemahan lanjutan jika aksi jual signifikan dari investor asing terus berlanjut.
- Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan data ekonomi dan sentimen pasar.
Secara keseluruhan, analisis dari kedua sekuritas tersebut menunjukkan bahwa IHSG berpotensi mengalami tekanan dan pelemahan, dengan level support yang perlu diperhatikan.