Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat (21/2).
Pada perdagangan Kamis (20/2), IHSG ditutup melemah ke level 6.788,042 (-0,10 persen).
Beberapa faktor memengaruhi proyeksi pelemahan ini, baik dari faktor teknikal maupun fundamental, yang berasal dari sentimen global, regional, dan domestik.
Faktor-faktor yang Memengaruhi:
- Faktor Teknikal:
- Penurunan IHSG tertahan di MA5 di kisaran level 6.785.
- Indikator Stochastic RSI sedang berada pada area overbought.
- Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak di kisaran level 6.725-6.875 pada perdagangan Jumat.
- Analis MNC Sekuritas melihat koreksi dari IHSG pun telah mencapai target minimal yang mereka berikan. Saat ini, diperkirakan posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave B dari wave (Y) pada skenario hitam.
- Namun dalam jangka pendek diperkirakan IHSG akan rawan terkoreksi untuk menguji 6,723 dahulu.
- Faktor Fundamental (Global):
- Pasar mengantisipasi rilis data Existing Home Sales bulan Januari 2025 di Amerika Serikat, yang diperkirakan lebih rendah dari bulan sebelumnya.
- Pasar mengantisipasi rilis data Penjualan Ritel Januari 2025 di Inggris, yang diperkirakan tumbuh positif.
- Faktor Fundamental (Regional):
- Pasar mengantisipasi rilis data tingkat inflasi bulan Januari 2025 di Jepang, yang diperkirakan naik.
- Jepang juga akan merilis data Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) Flash bulan Februari 2025 yang diperkirakan naik.
- Kondisi ini diyakini dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter BoJ ke depannya.
Rekomendasi Saham:
- Phintraco Sekuritas: ENRG, HRUM, TINS, JSMR, dan GJTL.
- MNC Sekuritas: ESSA, GOTO, MDKA, dan PGEO.
Kesimpulan:
- Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental.
- Data ekonomi global dan regional, serta kebijakan moneter, menjadi fokus perhatian pasar.
- Rekomendasi saham diberikan sebagai panduan bagi investor dalam menghadapi kondisi pasar.
Semoga penjelasan ini bermanfaat.