Pada hari Rabu, 19 Februari, bursa saham Amerika Serikat, atau Wall Street, mengalami sedikit kenaikan, dengan indeks S&P 500 mencatat rekor penutupan tertinggi untuk kedua kalinya berturut-turut. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar pada hari itu adalah:
- Risalah Pertemuan Federal Reserve (The Fed):
- Investor mencermati risalah pertemuan kebijakan The Fed bulan Januari. Risalah tersebut mengungkapkan kekhawatiran para pembuat kebijakan mengenai inflasi yang masih tinggi dan potensi dampak kebijakan tarif yang diusulkan terhadap upaya mereka mengendalikan inflasi.
- Adanya indikasi bahwa The Fed masih menahan diri untuk merubah suku bunga, hingga ada kejelasan mengenai kebijakan tarif yang akan datang.
- Hal ini memunculkan spekulasi dikalangan investor, bahwa The Fed mungkin akan melakukan pemangkasan suku bunga, jika terjadi perlambatan ekonomi.
- Rencana Tarif:
- Pengumuman rencana pengenaan tarif oleh mantan Presiden AS terhadap sektor otomotif, semikonduktor, dan farmasi memicu kekhawatiran akan perang dagang global.
- Namun, ada pendapat bahwa rencana tarif tersebut mungkin lebih merupakan taktik negosiasi daripada kebijakan yang akan diterapkan sepenuhnya.
- Data Pembangunan Perumahan:
- Laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan penurunan signifikan dalam pembangunan perumahan pada bulan Januari, yang dipengaruhi oleh permintaan yang lemah, suku bunga hipotek yang meningkat, dan cuaca dingin.
- Hal ini menyebabkan penurunan pada saham sektor perumahan.
- Pergerakan Indeks:
- Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan.
- S&P 500 juga mengalami kenaikan, mencapai rekor penutupan tertinggi.
- Nasdaq Composite mengalami kenaikan tipis.
Secara keseluruhan, pasar merespons dengan hati-hati terhadap berita-berita tersebut, dengan beberapa investor optimis tentang potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, sementara yang lain khawatir tentang dampak perang dagang. (*)