The Fed Tahan Suku Bunga, Wall Street Menguat

Pada perdagangan Kamis (2/11/2023), indeks saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup menguat. Hal itu ditopang oleh keyakinan investor bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga lagi.

Mengutip Reuters, Jumat (3/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 564,5 poin menjadi 33.839,08, S&P 500 (.SPX) bertambah 79,92 poin menjadi 4.317,78 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 232,72 poin menjadi 13.294,19.

The Fed baru saja menahan suku bunga acuannya di level 5,25-5,50 persen. Sayangnya Gubernur The Fed Jerome Powell menekankan jika inflasi tidak turun secepat keinginan mereka, maka masih ada potensi kenaikan suku bunga.

Komentar tersebut dipandang sebagai petunjuk bahwa bank sentral sudah selesai menaikkan suku bunganya. Sejalan dengan hal itu, imbal hasil Treasury AS yang berjangka lebih panjang anjlok.

“Komentar Powell di konferensi pers kemarin adalah apa yang ingin didengar semua orang,” kata Wakil Presiden Penelitian Ekuitas Ameriprise, Justin Burgin.

Burgin juga mengungkapkan penguatan Wall Street disebabkan oleh laporan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan investor. Meskipun panduan kuartal saat ini lebih lemah dari perkiraan sebelumnya, Burgin mengatakan para analis masih memperkirakan pertumbuhan.

Berdasarkan data LSEG, Wall Street memperkirakan pertumbuhan pendapatan kuartal keempat sebesar 7,2 persen turun dari 11 persen pada 1 Oktober, sebelum musim pelaporan dimulai. sementara di kuartal ketiga, laporan keuangan 80,9 persen perusahaan melampaui ekspektasi analis.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (3/11). Pada penutupan perdagangan Kamis (2/11), IHSG ditutup ditutup naik 1,64 persen atau 108,96 poin menjadi 6.751,38.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengungkapkan IHSG berpotensi mengalami rebound (lonjakan) lanjutan.

“Potensi rebound lanjutan pada BBRI, BMRI, BBCA dan BBNI dapat diperhatikan di Jumat (3/11),” kata Alrich dalaam prediksinya.

Alrich bilang, dari dalam negeri, IHSG akan dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap rilis data-data ekonomi penting di pekan depan. Salah satunya dari data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan terutama data pertumbuhan ekonomi Q3-2023.

Alrich juga memproyeksi, saham perbankan berpotensi mengalami rebound lanjutan. Khususnya saham MEDC, MAPI, JSMR, ADMR, MIKA dan ACES.

Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya memproyeksi IHSG akan berada di zona positif. Menjelang rilis data perekonomian berupa PDB yang disinyalir akan menunjukkan kondisi perekonomian yang masih berada dalam keadaan stabil.

“Potensi pergerakan IHSG terlihat akan berada dalam teritori positif, mengingat dari data perekonomian terlansir menunjukkan bahwa kondisi perekonomian dalam keadaan stabil,” ungkap William

Saham yang direkomendasikan William JSMR, TLKM, GGRM, HMSP, TBIG, EXCL, WIKA, UNVR, KLBF.

 

Leave a Comment