Pada perdagangan Jumat (27/10/2023), bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup beragam, seiring investor mencermati laporan pendapatan selama sepekan yang padat, serta data ekonomi yang mendukung suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama.
Mengutip Reuters, Senin (30/10), Dow Jones Industrial Average turun 366,71 poin atau 1,12 persen menjadi 32.417,59. S&P 500 kehilangan 19,86 poin atau 0,48 persen pada 4.117,37 dan Nasdaq Composite bertambah 47,41 poin atau 0,38 persen pada 12.643,01.
Nasdaq menguat dengan saham-saham teknologi yang dipimpin oleh Amazon.com, Apple dan Meta Platforms memberikan banyak dukungan, sementara S&P 500 dan Dow melemah.
Ketiga indeks mencatat kerugian mingguan lebih dari 2 persen. Indeks acuan S&P 500 ditutup 10,28 persen di bawah penutupan tertinggi 31 Juli.
“Sulit untuk melawan tren di pasar, dan trennya semakin rendah,” kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird di Louisville, Kentucky.
Laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) menunjukkan inflasi yang bertahap mereda sesuai perkiraan, semakin mendekati target tahunan Federal Reserve sebesar 2 persen. Sedangkan belanja konsumen menyumbang sekitar 70 persen perekonomian AS, membukukan kejutan kenaikan yang kuat.
“Perekonomian akan baik-baik saja dengan inflasi sekitar 3 persen,” tambah Mayfield. “Ini adalah langkah terakhir untuk mencapai target The Fed saat ini. Itu tergantung seberapa agresif keinginan (The Fed) untuk mengejar suku bunga sebesar 2 persen. Itu pertanyaan besarnya”.
Data tersebut tidak banyak berpengaruh terhadap ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan November.
Pada hari Jumat, 245 perusahaan di S&P 500 telah melapor. Dari jumlah tersebut, 78 persen telah mencatatkan pendapatan yang mengalahkan konsensus.
Analis saat ini memprediksi pertumbuhan pendapatan S&P tahunan agregat sebesar 4,3 persen, naik tajam dibandingkan pertumbuhan 1,6 persen yang terlihat pada awal bulan.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Senin (30/10). Selama sepekan lalu, IHSG turun 1,32 persen di level 6.758,793 dari 6.849,168 pada pekan sebelumnya.
Retail Equity Research KB Valbury Sekuritas, Andrian Alamsyah memperkirakan, dalam pekan ini IHSG masih memiliki potensi kembali koreksi jika level 6.700 sebagai support psikologis tidak mampu menopangnya.
“IHSG memiliki support selanjutnya di level 6.622-6.670 dengan resistance di area EMA200 nya pada level 6.840-6.870,” kata Andrian, Senin (30/10).
Andrian mencermati pekan depan akan banyak rilis data penting dan berpotensi menjadi sentimen utama pasar baik dari luar maupun dalam negeri. Dimulai dari rilisnya data PMI Manufaktur beberapa negara seperti China, AS, dan Indonesia.
“Dari dalam negeri juga akan ada rilis perkembangan angka inflasi. Sementara dari AS, yang ditunggu-tunggu yakni keputusan The Fed terkait suku bunga juga beberapa data penting lain seperti JOLTs Job Openings, Non Farm Payrolls, dan Unemployment Rate akan dicermati oleh para pelaku pasar,” lanjutnya.
Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 6.700–6.795. Namun tingginya tensi geopolitik membuat pasar berpotensi koreksi pada hari ini.
Di tengah ketidakpastian perekonomian global dan geopolitik, pertumbuhan perekonomian Indonesia di tahun ini tampaknya tetap kokoh. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pada tahun 2023, pertumbuhan perekonomian Indonesia akan berada di kisaran 5,1 persen yoy.
“Oleh karenanya, pasar berharap lebih dengan kebijakan-kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah, terlebih kebijakan yang bersifat meningkatkan permintaan seperti kebijakan keringanan PPN untuk pembelian properti yang memang sudah disampaikan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.
Namun yang terpenting, adalah menjaga situasi dan kondisi untuk tetap kondusif agar tidak mempengaruhi keyakinan pasar terhadap perekonomian Indonesia ditengah ketidakpastian yang terjadi saat ini. Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan sederet saham yaitu MYOR, TBIG dan GJTL.