Berbagai Kisah dari FirstBuild: Strategi Mewujudkan Ide menjadi Produk

Sebelum membahas strategi mewujudkan ide menjadi produk yang dibutuhkan konsumen, kita membahas sedikit tentang apa yang terjadi di masa lalu. Di masa lalu, perusahaan merahasiakan produk barunya rapat-rapat sebelum hari peluncurannya secara resmi ke pasaran. Kemudian, barulah publik bisa menimbang seperti apa feedback yang akan mereka berikan. Tentunya, kelemahan dari pendekatan ini sangat jelas. Bagaimana kita bisa meyakinkan bahwa waktu dan tenaga yang sudah dihabiskan sesuai dengan hasilnya? Tidak bisa. Intinya, perusahaan ‘bertaruh’ dengan waktu dan sumber daya yang dihabiskan hingga produknya benar-benar diluncurkan.

3 Strategi Mewujudkan Ide menjadi Produk Yang Diterima Pasar

Lalu, bagaimana jika ada cara yang berbeda untuk mengembangkan produk? Bagaimana jika anda bisa berkolaborasi dengan inventor lain atau dengan konsumen untuk membantu pakar manufaktur dan desain prototipe untuk meningkatkan kualitas produk?  Ini adalah bagian dari strategi FirstBuild, sebuah perusahaan asal Louisville, Kentucky, yang disokong oleh GE Appliances.

strategi mewujudkan ide menjadi produk

Melibatkan Komunitas

Tim FirstBuild yang terdiri dari desainer, ahli rekayasa, dan seni menggunakan pendekatan yang berlawanan dalam mengembangkan produk baru. Perusahaan bertujuan merancang produk baru untuk segmen pasar yang jarang tersentuh, dan mengandalkan kekuatan keterbukaan, kecepatan, interaksi, dan penggalangan dana (crowdfunding) yang baik untuk menghasilkan ide-ide baru.

Peralatan mahal terbaru yang berhasil dibangun FirstBuild dari crowdfunding adalah peralatan memancing, yakni SteadyScope – yakni, sejenis stabilizer yang dipasang pada alat pencari ikan. Alat ini dirancang untuk bisa bekerja pada semua jenis boat. Ide ini muncul dari pemikiran seorang ahli rekayasa FirstBuild yang memiliki hobby memancing. Ia mewujudkan idenya untuk berbagi ide-ide dan bekerja sama dalam pengembangan produk.

Lebih dari 2.000 kolaborator, termasuk pemancing profesional, pakar peralatan, dan influencer peralatan pancing ikut terlibat dalam pengujian prototipe awalnya. Pengiriman diperkirakan mulai Agustus. Target ini tampaknya optimis, mengingat proses produksi bahkan belum dimulai. Keuntungan menjadi bagian dari komunitas bersama FirstBuild adalah banyak pihak yang memberikan feedback atau respon terhadap produk tersebut di tahap pengembangan prototipe. Mereka adalah para pakar di bidangnya. Alhasil, kelemahan di prototipe Tahap I bisa diperbaiki di prototipe Tahap II.

Bersikap Transparan

Ketika banyak inventor yang khawatir menyampaikan ide-idenya kepada orang lain karena takut dicuri, FirstBuild menggunakan perspektif yang berbeda. Dari apa yang terjadi di perusahaan ini, terlihat bahwa manfaat menyingkapkan ide di awal justru jauh lebih banyak dibanding menyimpannya rapat-rapat. Perusahaan memilih bersikap transparan. Artinya, tim akan membagi ide-ide barunya sebelum diwujudkan dalam bentuk produk. Tujuannya adalah untuk melihat sinyal dan respon seperti apa yang diterima dari ide-ide tersebut.

Apakah perusahaan tidak khawatir idenya ditiru? Tidak terlalu.  Dengan menunjukkan ide-idenya ke publik, perusahaan seolah berbuat salah. Faktanya, mereka bekerja keras untuk mencoba dan memahami apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh konsumen dan calon konsumennya. Manfaatnya adalah mereka menerima feedback atau tanggapan dari calon konsumen. Justru, manfaatnya lebih besar dibanding resikonya.

Gunakan Media Sosial

FirstBuild berusaha menemukan di mana potensi baru, dan setiap orang bisa menyampaikan ide tentang bagaimana produk baru akan dirancang, atau bisa memberikan pendapat tentang ide dari anggota komunitas lain yang ada di platform CoCreate milik FirstBuild. Konsumen dan calon konsumen produk yang sedang dibangun adalah pecinta dan pemerhati wisata memancing. Mereka adalah kelompok muda yang pastinya ada di berbagai platform media sosial.

Oleh sebab itu, tim pakar FirstBuild menggunakan YouTube dan Instagram untuk menyampaikan beberapa konsep dan prototipe yang sedang dibangun. Kemudian, konsep dan prototipe yang paling banyak menerima reaksi positif dikembangkan lebih lanjut. Publik akan menerima update rutin tentang perkembangan prototipe tersebut. Jadi, jangan ragu untuk menyampaikan ide-ide anda kepada dunia, dan lihat apakah biaya yang akan dikeluarkan sebanding dengan harganya kelak.

Hargai Ide Terbaik

Orang-orang yang berkontribusi terhadap produk yang sukses di pasaran berhak mendapatkan kompensasi, termasuk royalti. Anggota komunitas di CoCreate tetap memegang hak atas ide aslinya, dan submisi desain per lisensi. Dengan kata lain, perusahaan tetap melakukan negoisasi syarat dan ketentuan kesepakatan lisensi dengan pemilik ide asli dari produk yang akhirnya dikembangkan.

Apakah peserta CoCreate adalah individu atau sekelompok inventor, FirstBuild tetap bertanggung jawab untuk menyampaikan dan menyepakati syarat dan ketentuan. Jika mereka sepakat, maka pengembangan produk dilakukan. Sebaliknya jika tidak ada kesepakatan, maka FirstBuild akan melihat alternatif ide lainnya. Hak atas kekayaan intelektual tidaklah sama. Perusahaan berkomitmen menciptakan ruang yang aman bagi orang-orang kreatif. Jadi, mereka tetap memiliki kontrol atas idenya.

Apakah strategi mewujudkan ide menjadi produk di atas berhasil di FirstBuild. Kita akan melihatnya nanti. Namun, perusahaan ini pernah sukses dengan produknya Opal Nugget Ice Maker, sebuah alat yang menjadi favorit di kalangan millenial. Untuk saat ini, target perusahaan adalah mengembangkan komunitas FirstBuild sehingga mampu menjangkau orang lebih banyak dan menyumbangkan idenya, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang selama ini terabaikan.

Tagged With :

Leave a Comment