Pada perdagangan Kamis (13/4/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat. Hal tersebut ditopang oleh keyakinan investor bahwa Federal Reserve atau The Fed tidak akan agresif lagi menaikkan suku bunga acuan.
Mengutip Reuters, Jumat (14/3) Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 383,19 poin atau 1,14 persen menjadi 34.029,69. S&P 500 (.SPX) naik 54,27 poin atau 1,33 persen menjadi 4.146,22; dan Nasdaq Composite (.IXIC) menambahkan 236,94 poin atau 1,99 persen menjadi 12.166,27.
Lebih lanjut, ketiga indeks saham utama AS melonjak lebih dari 1 persen, dengan megacaps sensitif suku bunga termasuk Apple Inc (AAPL.O) , Microsoft Corp (MSFT.O) dan Amazon.com (AMZN.O) memberikan kekuatan paling atas dan mendorong Nasdaq yang padat teknologi naik hampir 2 persen.
Spesiais Investasi di JPMorgan Private Bank,David Carter menjelaskan, naiknua saham di pasar menyusul data inflasi yang lebih rendah.
“Bersama dengan data CPI kemarin yang diredam, PPI juga menunjukkan beberapa perlambatan inflasi yang bisa berarti pengetatan Fed segera diakhiri,” kata Carter.
Adapun pasar keuangan memproyeksi, The Fed bakal menekan tombol jeda dan membiarkan tingkat target dana Fed berdiri di kisaran 4,75 persen hingga 5,00 persen.
Fokus investor sekarang juga bergeser ke musim pendapatan kuartal pertama, yang melonjak ketika trio bank besar, Citigroup (CN) , JPMorgan Chase & Co (JPM.N) , Wells Fargo & Co (WFC.N) melaporkan pendapatan di kuartal pertama.
“Penghasilan bank besok dapat memberikan wawasan tentang kekuatan bank regional dan aktivitas pinjaman di bank. Akan menarik untuk melihat apa yang bank katakan besok tentang pertumbuhan ekonomi di masa depan,” pungkasnya.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada Jumat (14/4). Pada perdagangan Kamis (13/4), Pada perdagangan Kamis (13/4) IHSG menguat, naik 7,874 poin (0,12 persen) ke 6.801,81.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan, IHSG masih menjaga potensi rebound dengan bertahan di atas MA10 (6750). Selama bertahan di atas MA10, IHSG berpotensi melanjutkan minor bullish reversal pattern, dengan level resistance 6.835, pivot di level 6.800, dan support di 6.750.
Hal ini disebabkan oleh nilai ekspor China yang tumbuh 14.8 persen year-on-year (yoy) di Maret 2023. Sementara penurunan nilai impor China (-1.4 persen yoy) di Maret 2023 lebih landai dari perkiraan (-5 persen yoy). Kondisi ini menjaga optimisme berlanjutnya pemulihan aktivitas manufaktur Tiongkok di 2023.
“Inflasi di Jerman turun ke 7.4 persen yoy di Maret 2023 dari 8.7 persen yoy di Februari 2023. Sementara GDP Inggris tumbuh 0.5 persen yoy di Februari 2023, lebih tinggi dari perkiraan di 0.3 persen yoy,” tulis Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat (14/4).
Faktor lainnya berasal dari dalam negeri, yaitu nilai tukar rupiah menguat 0.84 persen ke Rp 14,750 per dolar AS pada Kamis sore. Penguatan ini ditopang oleh optimisme pasar bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan lebih dari 25 bps dalam beberapa Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC) ke depan.
Analis Phintraco merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk cermati potensi rebound pada BMRI, ITMG, MAPI, HMSP dan trading buy pada ANTM, MDKA, PTBA dan TOWR.
Sementara itu, analis sekaligus CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, mengatakan IHSG masih terlihat belum beranjak dari rentang konsolidasi, di mana kenaikan masih ditopang oleh sentimen pembagian dividen serta capital inflow yang belum mengalir secara signifikan,
“Sedangkan momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian, hari ini IHSG berpeluang tertekan,” pungkas William.
Adapun beberapa saham yang direkomendasikan William yaitu EXCL, KAEF< HMSP, UNVR, BBRI, BBCA, BINA, WIKA, dan KLBF. (*)