Dow Jones Naik 0,29, Nasdaq Turun 0,43%, Wall Street Ditutup Variasi

Pada penutupan perdagangan Rabu (11/4/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup bervariasi. Sebab, investor menunggu data inflasi kuartal pertama.

Mengutip Reuters, Rabu (12/4) Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 98,27 poin atau 0,29 persen menjadi 33.684,79. S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,17 poin menjadi 4.108,94. Nasdaq Composite (.IXIC) turun 52,48 poin atau 0,43 persen, menjadi 12.031,88.

Kepala Strategi pasar di Carson Group, Ryan Detrick, menjelaskan fenomena wall street yang ditutup bervariasi mencerminkan kekhawatiran investor terhadap resesi yang berlebih.

“Itu pertanda sehat, apa yang tidak Anda harapkan untuk dilihat jika kita langsung menuju resesi,” kata Detrick.

Lebih lanjut, sejumlah saham secara singkat memperoleh momentum pada sore hari karena Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mendesak kehati-hatian. Serta memperingatkan bahwa Federal Reserve perlu berhati-hati dalam menaikkan suku terlalu agresif dalam upayanya untuk menjinakkan inflasi.

Dengan kurangnya katalis penggerak pasar, investor menantikan indeks harga konsumen (IHK) hari Rabu untuk setiap bukti bahwa cooldown inflasi yang lama dan lambat berlanjut.

“Ini ketenangan sebelum badai. Dengan data inflasi yang sangat besar besok, risalah Fed segera keluar dan pendapatan segera tiba, pedagang menunggu dan melihat pendekatan untuk melihat bagaimana data inflasi masuk,” terang dia.

Setiap bulan, analis melihat headline dan core CPI mendingin masing-masing menjadi 0,2 persen dan 0,4 persen. Analis memperkirakan pendapatan agregat S&P 500 kuartal pertama turun 5,2 persen secara tahunan, pembalikan mencolok dari pertumbuhan tahunan 1,4 persen yang terlihat pada awal kuartal.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (12/4). Pada perdagangan Selasa (11/4), IHSG ditutup naik tipis 1,62 poin (0,02 persen) ke 6.772,86.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memperkirakan indeks saham melanjutkan rebound di rentang 6.820-6.835. Ia menjelaskan potensi rebound lanjutan ini ditopang oleh pola hammer pada hari Senin (10/4) dan Selasa (11/4).

Alrich mengatakan, penyempitan negative slope pada MACD dan Stochastic RSI turut mendukung potensi rebound lanjutan tersebut. Ia menyebut katalis positif berasal dari kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Indonesia yang mencapai 123,3 pada Maret 2023 dari 122,4 pada Februari 2023.

“IKK di atas 100 menunjukkan kondisi confidence. Dengan demikian, IKK di Indonesia bertahan di atas level 120 sejak Januari 2023,” kata Alrich dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/4).

Dari eksternal, Alrich mengatakan pelaku pasar saat ini masih mengantisipasi data inflasi di Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan turun 5,2 persen secara year on year pada Maret 2023 dari 6 persen di Februari 2023. Namun, inflasi inti diperkirakan naik 10 bps secara bulanan ke 5,6 persen yoy.

“Kondisi ini menjadikan uncertainty terhadap arah kebijakan The Fed masih cukup besar. FOMC terdekat dijadwalkan pada 3 Mei 2023,” ungkap Alrich.

Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyebut IHSG telah membentuk candle dengan higher low pada hari Selasa dan menguji resisten krusial di level 6.817. Di mana kenaikan di atasnya akan membuka jalan bagi IHSG untuk menguji kembali resisten di 6.872.

“Level support IHSG berada di 6.735, 6.705, dan 6.667, sementara level resistennya di 6.817, 6.872-6901, 6.962, dan 7.006. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish,” ujar Ivan.

Ivan merekomendasikan beberapa saham, yaitu ADRO, ANTM, BMRI, GOTO, dan MEDC.

 

Leave a Comment