Pada perdagangan hari Rabu (5/4/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup bervariasi. S&P 500 dan Nasdaq turun karena data ekonomi yang anjlok memperparah kekhawatiran kenaikan suku bunga Federal Reserve yang cepat dapat sebabkan ekonomi AS resesi.
Mengutip Reuters, Kamis (6/4), S&P 500 turun 0,52 persen pada 4.079,37 poin. Nasdaq turun 1,36 persen menjadi 11.961,11 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,04 persen pada 33.415,50 poin.
Kerugian Wall Street baru-baru ini sebagai respons tanda perlambatan ekonomi yang menunjukkan perubahan dari beberapa bulan terakhir di saat investor menyambut data ekonomi yang anjlok, kemungkinan kenaikan suku bunga Fed berhasil dan Fed mengendalikan inflasi yang tinggi selama puluhan tahun.
Kekhawatiran ekonomi di sektor perbankan ditandai dengan peluang 61 persen bahwa Fed akan memangkas suku bunga dari posisi saat ini pada akhir pertemuan Juli, menurut Group’s Fedwatch.
“Kita mungkin telah beralih dari anggapan ‘berita buruk adalah kabar baik’ menjadi ‘baru yang buruk adalah berita buruk’,” kata kepala eksekutif dan manajer portofolio InfraCap di New York Jay Hatfield.
“Ketakutan akan resesi adalah tema yang dominan,” lanjutnya.
Awal pekan ini, data menunjukkan penurunan pesanan pabrik dan aktivitas manufaktur yang menurun. Survei Institute for Supply Management menampilkan sektor jasa melambat daripada ekspektasi bulan lalu karena permintaan yang menurun. Sementara upah bisnis jasa yang dibayarkan anjlok ke level terendah dalam tiga tahun.
Saham Tesla menyusut 3,5 persen, sedangkan Amazon, Apple dan Microsoft masing-masing turun lebih dari 1 persen.
ZONA MERAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan saham Rabu (5/4) sore. IHSG ditutup turun 13,503 poin (0,20 persen) ke 6.819,67.
Sementara indeks LQ45 juga ditutup menguat 2,44 poin (0,26 persen) ke 940,69. Sebanyak 239 saham naik, 286 saham turun, dan 189 saham stagnan.
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 1,39 juta kali dengan total volume perdagangan sebanyak 18,36 miliar saham senilai Rp 9,81 triliun.
Saham-saham yang jadi beban indeks atau top losers sore ini di antaranya Bintang Samudera Mandiri (BSML) turun 16 poin (6,96 persen) ke 214; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun 725 poin (6,94 persen) ke 9.725; Hetzer Medical Indonesia (MEDS) turun 8 poin (6,67 persen) ke 112; Saptausaha Gemilangindah (SAGE) turun 28 poin (6,57 persen) ke 398; Waskita Beton Precast (WSBP) turun 4 poin (6,35 persen) ke 59.
Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah siang ini menguat 33,50 poin (0,22 persen) di Rp 14.932 terhadap dolar AS.
Berikut kondisi bursa saham Asia siang ini:
Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 474,100 (1,68persen) ke 27.813
Indeks Hang Seng di Hong Kong libur
Indeks SSE Composite di China libur
Indeks Straits Times di Singapura naik 0,89 poin (0,03 persen) ke 3.312.