Ada Gonjang-ganjing di Credit Suisse, Wall Street Ditutup Bervariasi

Pada penutupan perdagangan Rabu (15/3/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, bervariasi. Pasalnya, gonjang-ganjing yang terjadi di Credit Suisse membuat timbul kekhawatiran terjadinya krisis perbankan. Kekhawatiran investor tersebut lebih besar dibanding pada kenaikan suku bunga AS di bulan ini.

Mengutip Reuters, Kamis (16/4), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 280,83 poin atau 0,87 persen menjadi 31.874,57. S&P 500 (.SPX) kehilangan 27,36 poin, atau 0,70 persen menjadi 3.891,93. Di sisi lain, Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 5,90 poin atau 0,05 persen menjadi 11.434,05.

First Republic Bank (FRC.N) anjlok 21,37 persen, sementara PacWest Bancorp PACW.O turun 12,87 persen. Perdagangan dihentikan beberapa kali karena volatilitas, sehari setelah saham bank yang terpuruk melakukan pemulihan yang kuat.

Mitra Pengelola Cornerstone Wealth, Jeffrey Carbone, mengungkapkan perbankan yang bertahan merupakan yang tidak memiliki risiko investasi tinggi.

“Di pasar keuangan, Anda hanya perlu melihat yang dapat bertahan dan tidak memiliki banyak risiko investasi pada portofolio mereka,” kata Carbone.

Lebih lanjut, saham bank besar di AS termasuk JPMorgan Chase & Co (JPM.N), Citigroup (CN) dan Bank of America Corp (BAC.N) mengalami penurunan. Hal tersebut turut mendorong indeks perbankan S&P 500 (.SPXBK) turun 3,62 persen. Indeks perbankan regional KBW (.KRX) turun 1,57 persen.

Adapun saham Credit Suisse yang terdaftar di AS mencapai rekor terendah, setelah investor terbesarnya mengatakan tidak dapat memberikan lebih banyak pembiayaan kepada Bank Eropa dan juga menekan bank-bank AS.

“Pemantulan kembali kemarin di saham keuangan, bank, masuk akal. Di sisi lain, hilangnya kepercayaan dan benar-benar ketakutan akan hal yang tidak diketahui,” kata CEO Adams Funds, Mark Stoeckle.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan Kamis (16/3). Pada perdagangan Rabu (15/1), IHSG ditutup melemah 13,68 poin (0,21 persen) ke level 6.628,14.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, memprediksi IHSG akan berada di rentang 6.600 sampai 6.726. Ia menilai pergerakan IHSG di tengah minimnya sentimen baik dari dalam maupun luar negri masih akan terlihat berada dalam rentang konsolidasi.

Sedangkan pola gerak market regional yang cenderung fluktuatif, demikian juga dengan pergerakan harga komoditas, dalam jangka pendek dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pola gerak IHSG.

“Sedangkan jelang rilis data perekonomian tingkat suku bunga pada hari ini disinyalir belum akan mengalami perubahan akan turut mewarnai pergerakan IHSG, hari ini iHSG berpotensi menguat terbatas,” kata William dalam analisisnya, dikutip Kamis (16/3).

Beberapa saham yang direkomendasikan William di antaranya: UNVR, INDF, ICBP, BINA, PWON, CTRA, SCMA, SMRA, BBCA.

Sementara itu, Analis Bina Artha Ivan Rosanova mengatakan, berdasarkan indikator MACD, IHSG hari ini menandakan momentum bearish.

Ivan memprediksi level support IHSG hari ini akan berada di 6.617, 6.600, 6.558, dan 6.510. Sementara level resistennya di 6.700, 6.820, 6.890, dan 6.968.

“IHSG diperkirakan akan mengakhiri pembentukan wave b selama masih berada di atas 6.558. Apabila penutupan hari ini masih di 6.617 atau lebih tinggi, maka IHSG dapat segera mengalami rebound untuk mengawali pembalikan tren,” kata Ivan.

 

 

Leave a Comment