Investor Mulai Mewaspadai Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Melemah

Pada perdagangan Kamis (22/2/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup melemah. Pasalnya, investor mewaspadai kenaikan suku bunga lebih lanjut karena data ekonomi AS yang kuat baru-baru ini.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 97,71 poin atau 0,3 persen menjadi 32.947,38, S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,92 poin, atau 0,02 persen menjadi 3.990,13 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 6,36 poin atau 0,06 persen menjadi 11.513,43.

Nasdaq mulai mengalami kenaikan secara perlahan dan berhasil mundur dari sesi tertinggi sebelumnya lebih dari 1 persen. Adapun S&P 500 merosot lebih dari 4 persen dalam enam sesi terakhir, karena data menunjukkan ekonomi yang kuat dan komentar hawkish oleh pejabat The Fed telah mengurangi minat terhadap aset berisiko.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran tiba-tiba turun pada pekan lalu. Hal ini mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat.

Tidak hanya itu, sebuah laporan terpisah menegaskan ekonomi tumbuh dengan kokoh pada kuartal keempat. Pemerintah AS memprediksi bahwa produk domestik bruto AS meningkat 2,7 persen pada kuartal keempat. Sementara itu, para ekonom memperkirakan ada kenaikan 2,9 persen.

“Setiap data ekonomi tambahan membangun narasi bearish di pasar bahwa reli sejauh ini adalah euforia palsu dan ini membebani pasar lebih dari kabar baik dari beberapa pendapatan ini,” kata Pendiri Manajemen Modal Andersen, Peter Andersen.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan koreksi dalam tiga bulan ke depan. Namun, mereka memperkirakan S&P 500 (.SPX) naik 5 persen pada akhir tahun.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Jumat (24/2). Sementara kemarin IHSG berakhir di zona hijau atau naik 29,49 poin (0,43 persen) ke 6.839,4.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pergerakan indeks saham menjelang akhir pekan terlihat masih berpotensi mengalami teknikal rebound. Sebab, pergerakan IHSG tengah berada dalam tekanan pada beberapa waktu sebelumnya.

“Keseriusan kenaikan IHSG akan nampak apabila IHSG mampu ditutup di atas resisten level terdekatnya,” terang William dalam prediksinya, Jumat (24/2).

Menurut dia, minimnya sentimen membuat pergerakan IHSG hingga saat ini masih cenderung bergerak sideways. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas,” tegas dia.

Adapun IHSG akan berada dalam tentang 6.747-6.921. Saham yang direkomendasikan William adalah BBCA, ITMG, SMGR, BBNI, AKRA, TLKM dan SMRA.

Sementara itu, MNC Sekuritas Daily Scope Wave memperkirakan support IHSG di posisi 6.767 dan 6.641. Kemudian, resistance berada di level 6.923 dan 6.961.

“IHSG ditutup menguat 0,4 persen ke 6.839 dan disertai oleh munculnya volume pembelian,” tulis MNC Sekuritas.

Kendati demikian, mereka melihat penguatan IHSG masih tertahan oleh MA60. Sehingga, pergerakan IHSG masih berpeluang untuk menguat dalam jangka pendek untuk menguji 6.841-6.852 sebagai bagian dari wave [ii] dari wave C.

“Tetap waspadai 6.712-6.759 sebagai area koreksi wave [ii] dari IHSG,” pungkasnya.

Berikut adalah rekomendasi saham menurut Tim MNC Sekuritas:

AKRA: Buy on Weakness

AKRA ditutup menguat 2,3 persen ke 1.345 dan disertai oleh munculnya volume pembelian, namun penguatan AKRA masih tertahan MA60. Selama AKRA masih mampu bergerak di atas 1.300 sebagai stoplossnya, maka posisi AKRA sedang berada di awal wave [iii] dari wave C dari wave (B).

Buy on Weakness: 1.330-1.345 Target Price: 1.400 dan 1.440 Stoploss: below 1.300

BBCA: Buy on Weakness

BBCA ditutup menguat 0,6 persen ke 8.725 dengan disertai munculnya volume pembelian, namun penguatan BBCA masih tertahan oleh MA20. Posisi BBCA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C, sehingga penguatan BBCA akan cenderung terbatas dan rawan terkoreksi kembali. Manfaatkan koreksi BBCA untuk BoW.

Buy on Weakness: 8.370-8.575 Target Price: 8.825 dan 9.200 Stoploss: below 8.200

TLKM: Buy on Weakness

TLKM ditutup menguat 2,8 persen ke 3.970 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Untuk itu, cermati pula gap yang muncul pada TLKM yang berada di 3.870-3.890. Mereka perkirakan, posisi TLKM saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.

Buy on Weakness: 3.860-3.930 Target Price: 4.050 dan 4.130 Stoploss: below 3.720

UNTR: Buy on Weakness

UNTR ditutup menguat 1,5 persen ke 24.700 dan disertai dengan peningkatan volume pembelian. Namun penguatan UNTR masih tertahan MA20. Selama UNTR masih mampu bergerak di atas 24.000 sebagai stoplossnya, maka posisi UNTR saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave 3.

Buy on Weakness: 24.350-24.550 Target Price: 25.900 dan 27.150 Stoploss: below 24.000.

 

Leave a Comment