Pentingnya Kolaborasi di Era Transformasi Digital: Kolaborasi vs Komunikasi

Beberapa tahun terakhir adalah saksi dari perubahan hidup kita secara permanen. Demikian juga dengan bagaimana kita menjalankan usaha dan mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari.  Lebih penting lagi, pola pikir kita juga berubah, dari budaya super-individualistis ke budaya yang lebih kolaboratif. Semua pelaku usaha mestinya telah memahami pentingnya kolaborasi di era transformasi digital. Banyak yang menekankan pentingnya kebaikan dan bagaimana tindakan-tindakan kita mempengaruhi orang-orang di sekitar kita.

Apa Pentingnya Kolaborasi di Era Transformasi Digital?

Perubahan paradigma di tengah-tengah masyarakat tentunya tidak hanya sebatas bagaimana kita berhubungan dan berinteraksi, namun juga mempengaruhi bagaimana kita menjalankan bisnis dan mengintegrasikan teknologi baru. Berikut adalah alasan pentingnya kolaborasi di era transformasi digital dan bagaimana kita menjalankan bisnis secara keseluruhan.

pentingnya kolaborasi di era transformasi digital

Kolaborasi Meningkatkan Interaksi

Selama masa pandemi, kolaborasi menjadi poin utama, ketika perusahaan berusaha mencari strategi berkomunikasi dan memastikan seluruh pekerjaan di selesaikan di lingkungan dari jarak jauh. Sebuah studi oleh Gartner menunjukkan bahwa setelah 18 bulan pertama pandemi, 80% pekerja dilaporkan menggunakan alat kolaborasi digital, naik dari 40% di awal Tahun 2020. Selain itu, perusahaan memerlukan sarana pertemuan campuran di lingkungan kerja yang saling berjauhan. Akibatnya, mereka harus bekerja sama untuk menggunakan infrastruktur digital untuk mendukung peningkatan kolaborasi di lingkungan kerja digital.

Sarana pertemuan campuran memungkinkan karyawan bekerja sama, di manapun lokasi atau zona waktunya, untuk memastikan semua orang berpartisipasi. Teknologi baru lainnya adalah whiteboard virtual, ruang chat video yang memungkinkan karyawan terkoneksi satu sama lain selama pertemuan video conference. Tool digital ini juga dilengkapi fitur perekam dan transkripsi.

Namun, menurut pandangan sebagian orang, bukan teknologi tersebut yang mendorong peningkatan partisipasi karyawan secara virtual, namun upaya untuk melakukan kolaborasi itulah yang terpenting. Tanpa harus berangkat ke kantor, karyawan harus mengalokasikan lebih banyak waktu dan tenaga agar bisa terhubung dengan rekan kerja, berkomunikasi tentang pekerjaan, dan menjaga alur kolaborasi dengan baik. Menurut Gartner, karyawan dihadapkan dengan tantangan, dan dibutuhkan metode kerja baru agar bisa bertahan, dan di sinilah pentingnya kolaborasi di era transformasi digital.

Perbedaan antara Komunikasi dan Kolaborasi: Apa Pentingnya?

Anda mungkin berfikir perusahaan anda telah menggenggam erat konsep kolaborasi. Namun, perlu dipastikan bahwa anda tidak menukar-balikkan kolaborasi dengan komunikasi. Perusahaan mungkin tertarik menggunakan kelengkapan kerja digital dengan meningkatkan komunikasi. Namun jika tidak disertai dengan infrastruktur yang sesungguhnya untuk mendorong komunikasi yang sesungguhnya, maka tidak akan ada gunanya.

Tentunya, anda bisa menggunakan beberapa aplikasi chat yang berbeda, tool vode conference yang berbeda, software manajemen proyek, dan aplikasi lainnya dengan tujuan meningkatkan komunikasi. Namun pada akhirnya, anda hanya mempersulit karyawan untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka. Bayangkan ketika karyawan harus menjawab chat di beberapa platform yang berbeda. Mereka pada akhirnya tidak berhasil menjalin hubungan dan kolaborasi yang bermanfaat dengan kolega-koleganya.

Intinya adalah bahwa komunikasi difokuskan pada aktivitas berbagi pengetahuan, sementara kolaborasi lebih difokuskan pada pemanfatan pengetahuan dengan sebaik-baiknya. Meringkaskan komunikasi, menggunakan teknologi secara efektif, dan memastikan semua dokumen teratur dengan baik adalah beberapa langkah awal yang sangat penting untuk terciptanya komunikasi yang sesungguhnya. Manfaatnya tidak terhingga, seperti mempermudah penyelesaian masalah, mendorong munculnya ide-ide terbaik, mempererat hubungan di antara karyawan, serta mendorong munculnya persaingan yang sehat.

Bisnis dan Bola Basket: Mengapa Tim Menang?

Di masa lalu, perusahaan cenderung terlalu fokus pada kinerja karyawan secara individu. Namun di lingkungan kerja yang cenderung berjauhan secara fisik, seperti lingkungan kerja hybrid atau lingkungan kerja jarak jauh, fokus terhadap individu cenderung berkurang, dan kerja tim lebih diutamakan. Perusahaan semestinya tidak begitu fokus pada bagaimana namun pada “siapa” yang akan membantu anda menyelesaikan tugas di perusahaan. Siapa yang ada di tim anda dan bersedia untuk bekerja sama dan menghasilkan ide-ide terbaik untuk melayani klien dan perusahaan?

Contohnya adalah Michael Jordan. Meskipun ia disebut sebagai salah satu pemain basket terbaik sepanjang masa, ia memerlukan tim untuk mengasah keahliannya. Masuklah Scottie Pippin. Pippin dan Jordan sama-sama anggota Chicago Bulls di Tahun 1980an dan 1990am, dan mereka membantu tim memenangkan kejuaraan NBA selama sama-sama berada di tim.  Keduanya sudah sama-sama sukses sebelum bergabung dalam satu tim, namun kerjasama mereka di tim membuat keduanya bahkan semakin sukses.

Pippin pernah mengatakan bahwa ia dan Jordan tumbuh bersama, dan saling menjaga. Itulah bentuk rasa saling menghargai yang mereka jaga. Mereka menikmati keunggulan yang tiada tandingannya dari kolaborasi tersebut. Keindahan sesungguhnya dari kolaborasi adalah, bahwa di akhir tahun, tim kerja (rekan kerja) anda selalu ada untuk memperkuat anda, mendukung anda, dan memastikan bahwa perusahaan anda berhasil. Itulah alasan utama pentingnya kolaborasi di era transformasi digital.

Tagged With :

Leave a Comment