Pada penutupan perdagangan, Senin (6/2/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup kembali melemah. Hal ini dipengaruhi investor yang menanti keputusan bank sentral, The Fed, dalam menetapkan suku bunga di pekan ini.
Mengutip Reuters, Selasa (7/2), Dow Jones Industrial Average (.DJI) berakhir turun 35,85 poin atau 0,11 persen pada 33.890,16, S&P 500 (.SPX) kehilangan 25,44 poin atau 0,62 persen menjadi 4.111,04 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 119,51 poin atau 1 persen menjadi 11.887,45.
Investor mencermati pidato pejabat The Fed minggu ini, termasuk Ketua Jerome Powell pada hari Selasa (7/2). Hal ini untuk mengetahui setiap perubahan kebijakan bank sentral, setelah data pekan lalu menunjukkan aktivitas jasa yang kuat di Januari 2023, dan pertumbuhan pekerjaan yang kuat.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen kembali mengungkapkan, Amerika dah bisa menghindari resesi, karena inflasi turun sementara pasar tenaga kerja tetap kuat.
Apalagi saat ini ekuitas AS telah pulih dengan kuat, setelah terpukul di tahun lalu. Kondisi tersebut dipimpin oleh pertumbuhan saham mega-cap di tengah harapan jangka pendek, bahwa The Fed akan meredam kenaikan suku bunga yang agresif.
Adapun pelaku pasar sekarang melihat suku bunga acuan akan kembali memuncak pada 5,1 persen pada bulan Juli, sejalan dengan sebagian besar pembuat kebijakan.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Selasa (7/2). Selama perdagangan hari Senin (6/2), IHSG melemah 37.941 poin (0,55 persen) ke level 6.873,791.
Tim riset MNC Sekuritas mengingatkan waspada akan adanya awal dari fase downtrend pada IHSG apabila belum mampu break 6.951 sebagai resistance terdekatnya, hal tersebut berarti IHSG akan ke rentang area 6.708-6.801.
“Koreksi dari IHSG ini akan lebih terkonfirmasi apabila IHSG menembus area support-nya di 6.827,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (7/2).
Sementara itu, Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei memperkirakan IHSG berpotensi bergerak flat. Selain masih menantikan rilis keuangan emiten, data ekonomi seperti cadangan devisa terbaru yang akan dirilis juga menjadi perhatian para pelaku pasar.
“Selain itu juga perkembangan pasar saham global terutama AS akan mempengaruhi sentimen untuk IHSG,” kata Jono.
Adapun sederet saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas, yaitu ADRO, BBCA, BRPT dan INDF.
- ADRO
Buy on Weakness: 2.640-2.700
Target Price: 3.020, 3.260
Stop loss: below 2.450
- BBCA
Buy on Weakness: 8.600-8.675
Target Price: 8.875, 9.100
Stop loss: below 8.400
- BRPT
Buy on Weakness: 790-805
Target Price: 870, 900
Stop loss: below 750
- INDF
Spec Buy: 6.600-6.650
Target Price: 6.850, 7.000
Stop loss: below 6.575