Wall Street Ditutup Bervariasi, Terbebani Saham Teknologi

PADA perdagangan Rabu (25/1/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup bervariasi. Karena, serangkaian laporan keuangan perusahaan yang suram menghidupkan kembali kekhawatiran atas dampak ekonomi dari pengetatan kebijakan Federal Reserve AS.

Dikutip dari Reuters, Kamis (26/1), Dow Jones Industrial Average naik 9,88 poin, atau 0,03 persen, menjadi 33.743,84, S&P 500 kehilangan 0,73 poin, atau 0,02 persen, menjadi 4.016,22 dan Nasdaq Composite turun 20,92 poin, atau 0,18 persen, menjadi 11.313,36.

Nasdaq yang sarat teknologi terbebani setelah Microsoft Corp, perusahaan teknologi besar pertama yang memposting hasil kinerja kuartalan, menghasilkan prospek pendapatan yang masam.

Adapun 95 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja kuartal keempatnya. Dari jumlah tersebut, 67 persen mengalahkan perkiraan konsensus, jauh di bawah tingkat rata-rata 76 persen selama empat kuartal terakhir, menurut Refintiv.

Dengan demikian, Lima dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan utilitas (SPLRCU) menderita persentase kerugian terbesar.

Abbott Laboratories (ABT.N) turun 1,4 persen, karena penjualan perangkat medis yang lebih lemah dari perkiraan membebani saham.

Di antara saham-saham yang menguat, News Corp (NWSA.O) melonjak 5,7 persen setelah Rupert Murdoch menarik proposal untuk menyatukan kembali News Corp dan Fox Corp.

AT&T Inc (T.N) juga memberikan prospek pendapatan yang mengecewakan tetapi fokus barunya pada bisnis telekomunikasi membantu meningkatkan jumlah pelanggan, membuat sahamnya naik 6,6 persen.

General Dynamics Corp (GD.N) mengalahkan ekspektasi kuartalan, tetapi perkiraan 2023 yang lemah membantu mengerek saham kontraktor pertahanan itu meluncur 3,6 persen.

Saham Tesla Inc (TSLA.O) mengalami kerugian dalam perdagangan yang diperpanjang setelah perusahaan mobil listrik itu mengalahkan perkiraan pendapatan kuartal keempat.

IBM (IBM.N) juga menguat setelah membukukan pertumbuhan pendapatan tahunan tertinggi dalam satu dekade. Saham Levi Strauss & Co melonjak lebih dari 6 persen dalam perdagangan yang diperpanjang setelah memberikan panduan tahun 2023 yang optimis.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Kamis (26/1). Pada perdagangan hari Rabu (25/1), IHSG melemah 30,924 poin (0,45 persen) ke level 6.829,930.

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mencermati koreksi IHSG di Rabu sesuai perkiraan, mengingat terdapat sinyal overbought pada stochastic RSI. Pola tersebut memperkuat indikasi koreksi lanjutan di Kamis.

“Perhatikan level pivot 6.800 dan support kuat di 6.740, jika pullback berlanjut,” tulis Alrich dalam risetnya, Kamis (26/1).

Dari eksternal, lanjut Alrich, pelaku pasar masih wait and see mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps, lebih rendah dari kenaikan dalam beberapa bulan sebelumnya dalam FOMC 1 Februari 2023.

Sedangkan dari dalam negeri, realisasi Penanaman Modal Asing di Indonesia naik 3,7 persen qtq ke Rp 175,2 triliun di kuartal IV 2022, atau tumbuh 43,3 persen yoy. Realisasi ini menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan harga saham-saham infrastruktur, khususnya konstruksi bangunan.

“Peluang speculative buy di saham-saham building construction dapat diperhatikan di Kamis,” katanya.

Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG diperkirakan akan melanjutkan pembentukan wave b dengan penurunan untuk menguji support di 6.773, yang dibentuk oleh Fibonacci retracement 38,2 persen dari wave a dan garis SMA-20.

Ivan merekomendasikan sejumlah saham, yaitu ITMG, MDKA, dan TBIG.

“IHSG akan rebound jika koreksi berhenti di sekitar level 6.773. Level support IHSG berada di 6.820, 6.773 dan 6.691, sementara level resistennya di 6.908, 6.968 dan 7.064,” ujar Ivan. (*)

 

Leave a Comment