Imbas Data Pasar Tenaga Kerja, Wall Street Tergelincir

Laporan data pasar tenaga kerja menambah kekhawatiran terhadap The Fed akan menaikkan suku bunga secara agresif sehingga berpotensi masuk ke jurang resesi. Hal tersebut berimbas pada perdagangan Kamis (19/1/2023), Indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup melemah.

Mengutip Reuters, Jumat (20/1), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 250,98 poin atau 0,75 persen menjadi 33.045,98, S&P 500 (.SPX) kehilangan 29,70 poin, atau 0,76 persen menjadi berakhir pada 3.899,16 poin dan Nasdaq Composite (.IXIC) kehilangan 104,76 poin atau 0,96 persen menjadi 10.852,25.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan angka pengangguran mingguan lebih rendah dari yang diharapkan. Dengan demikian, pasar tenaga kerja tetap solid meskipun upaya The Fed untuk menahan permintaan pekerja.

Adapun ekspektasi bank sentral untuk menurunkan ukuran kenaikan suku bunga tidak berubah pada pengumuman kebijakan bulan depan. Untuk itu, investor telah mencari tanda-tanda kelemahan di pasar tenaga kerja sebagai bahan utama yang dibutuhkan The Fed untuk mulai memperlambat langkah-langkah pengetatan kebijakannya.

Data lain menunjukkan aktivitas manufaktur di wilayah pertengahan Atlantik kembali melemah di bulan Januari. Sementara data dari departemen perdagangan mengkonfirmasi resesi di pasar perumahan masih berlanjut.

Kepala Investasi Commonwealth Financial Network, Brad McMillan mengatakan saat ini pihaknya melihat kondisi pasar yang sedang berada pada titik terendah dan ketidakpastian. Sehingga, berita tersebut kurang berpengaruh dan apa yang mereka lihat hari ini hanyalah kelanjutan dari masa lalu

“Faktanya kita tidak melihat lebih banyak reaksi mengatakan banyak berita buruk di luar sana,” ujar McMillan di Waltham, Massachusetts.

Tidak hanya itu, komentar terbaru dari pejabat The Fed terus menyoroti keputusan antara pandangan bank sentral tentang tingkat terminal dan ekspektasi pasar. Presiden The Fed Boston Susan Collins menggemakan komentar dari pembuat kebijakan lain untuk mendukung kasus kenaikan suku bunga di atas 5 persen.

Ia melihat terdapat pergerakan saham dari posisi terendah menuju ke atas setelah wakil ketua The Fed Lael Brainard mengatakan pihaknya masih menyelidiki tingkat suku bunga yang akan diperlukan untuk mengendalikan inflasi.

Meski begitu, pasar melihat tingkat terminal sebesar 4,89 persen pada bulan Juni dan sebagian besar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin dari bank sentral AS pada bulan Februari dengan penurunan suku bunga di paruh tahun lalu.

 

Leave a Comment