Wall Street Melemah di Awal Tahun Akibat Saham Tesla dan Apple Anjlok

Pada hari perdagangan pertama tahun ini, indeks utama Wall Street ditutup melemah. Penyebabnya karena saham-saham teknologi boncos, seperti Tesla dan Apple.

Dikutip dari Reuters (4/1) S&P 500 (.SPX) kehilangan 15,43 poin, atau 0,40 persen, menjadi berakhir pada 3.824,07 poin, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) kehilangan 78,21 poin, atau 0,75 persen, menjadi 10.388,28. Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 12,33 poin atau 0,04 persen menjadi 33.134,92.

Saham Tesla Inc (TSLA.O) anjlok 12 persen pada penutupan perdagangan dan merupakan yang terendah sejak Agustus 2020. Sementara saham Apple Inc (AAPL.O) merosot 3,7 persen, terendah sejak Juni 2021 usai produksinya dilaporkan turun selama masa pandemi COVID-19, terutama di China.

Selain saham teknologi yang boncos, melemahnya Wall Street juga masih dibayangi kekhawatiran investor terkait kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS, Federal Reserve.

Sepanjang tahun lalu, indeks saham utama AS juga tercatat menurun tajam, terendah sejak 2008 karena kenaikan suku bunga bank acuan dan meroketnya inflasi.

S&P 500 telah turun 19,4 persen sepanjang 2022 dan kapitalisasi pasar merosot sekitar USD 8 triliun. Sementara Nasdaq turun 33,1 persen.

Sektor yang moncer dalam pasar modal saat ini justru energi dengan yang membukukan keuntungan luar biasa sepanjang tahun lalu karena gejolak harga minyak.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali menguat pada perdagangan Rabu (4/1). Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,6 persen ke 6.888.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pergerakan IHSG masih dalam nuansa awal tahun terlihat masih berpotensi menguat. Meski begitu, masih adanya risiko terhadap potensi terjadinya koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.

“Hal ini mengingat capital inflow secara year to date yang belum terlihat melaju secara signifikan ke dalam pasar modal Indonesia,” ujar William dalam prediksinya, Rabu (4/1).

Menurutnya, apabila terjadi koreksi merupakan hal yang wajar. Sebab, momentum masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang.

Ia merekomendasikan saham BBNI, AALI, SMGR, ICBP, BMRI, TLKM dan CTRA.

Sementara itu, MNC Sekuritas Daily Scope Wave memperkirakan support IHSG di posisi 6.786 dan 6.715. Kemudian, resistance berada di level 6.953 dan 7.090.

“IHSG ditutup menguat 0,6 persen ke 6.888 dan disertai dengan meningkatnya volume pembelian,” tulis MNC Sekuritas.

Namun, penguatan IHSG masih tertahan oleh band atas atau upper band. Selama IHSG masih bergerak di atas 6.787, terlebih 6.715, maka posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave (y) dari wave [x] dan berpeluang untuk menguji resistance terdekat di 6.953 hingga ke 7.023.

“Waspadai apabila IHSG belum mampu menembus 6.953, maka masih ada kemungkinan untuk IHSG terkoreksi menguji area-area support-nya,” pungkasnya.

Adapun beberapa saham rekomendasi tim riset MNC Sekuritas, yaitu AALI, JKON, JSMR dan PTBA.

 

Leave a Comment