Saham Teknologi Anjlok, Indeks Utama Wall Street Melemah

Dipimpin oleh penurunan 2 persen indeks saham teknologi Nasdaq, indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan hari Kamis (22/12/2022).  Investor khawatir Federal Reserve (the Fed) akan terus menaikkan suku bunga lebih lama dari yang diperkirakan.

Dikutip dari Reuters (23/12), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 348,99 poin, atau 1,05 persen, menjadi 33.027,49, S&P 500 (.SPX) kehilangan 56,05 poin, atau 1,45 persen, menjadi 3.822,39 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 233,25 poin, atau 2,18 persen, menjadi 10.476,12.

Tercatat kerugian dalam saham-saham suku bunga indeks teknologi (.SPLRCT) dan consumer discretionary (.SPLRCD), di antaranya yang paling terpukul adalah 11 sektor industri S&P 500 (.SPX).

Perkiraan akhir dari produk domestik bruto Amerika Serikat kuartal ketiga untuk pertumbuhan tahunan sebesar 3,2 persen, di atas perkiraan sebelumnya sebesar 2,9 persen.

Kekhawatiran resesi terkait siklus kenaikan suku bunga Fed yang berkepanjangan telah sangat membebani ekuitas tahun ini, dengan benchmark S&P 500 (.SPX) berada di jalur penurunan tahunan 19,8 persen, yang akan menjadi yang terbesar sejak krisis keuangan 2008.

“Data ekonomi yang kuat, terutama data pasar tenaga kerja yang kuat, membuat The Fed tetap menginjak rem ekonomi,” kata Kepala Strategi Investasi di Charles Schwab Liz Ann Sonders. Dia lebih suka melihat pelemahan ekonomi melanda “lebih cepat daripada nanti karena itu memberi Beri makan kemampuan untuk berhenti.”

Sebelum memberhentikan laju kenaikan suku bunga, the Fed diperkirakan akan mencari lebih banyak kelemahan di pasar tenaga kerja dan ekonomi untuk menurunkan inflasi dan mempertahankannya secara berkelanjutan.

Di bursa AS, 10,88 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 11,24 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Jumat (23/12). Pada penutupan perdagangan saham hari Kamis (22/12), IHSG menguat 3,769 poin (0,06 persen) ke level 6.824,432.

Tim Riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG menguji di level support 6.693 dan 6.641, dan resistance di posisi 6.854 dan 6.982.

“IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 6.854-6.896. Atau pada skenario alternatifnya, posisi IHSG ke arah 6,982,” tulis tim riset MNC Sekuritas, Jumat (23/12).

Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah pergerakan IHSG diperkirakan masih berada pada fase bearish-nya. Sedangkan, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya memproyeksi IHSG berada di rentang 6.672-6.856.

William mencermati pergerakan IHSG masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi. Potensi kenaikan terbatas masih memungkinkan untuk terjadi menjelang akhir tahun.

“Mengingat capital inflow yang masih tercatat secara ytd di atas Rp 60 triliun, sedangkan kondisi perekonomian yang stabil terlihat dari rilis data perekonomian terlansir juga turut menjadi faktor penunjang kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” lanjutnya.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan tim riset MNC Sekuritas, yakni BIPI, BSBK, dan MARK.

  1. BIPI

Recommendation: Buy On Weakness

Target Price: 168, 178

Stop loss: below 145

  1. BSBK

Recommendation: Buy On Weakness

Target Price: 254, 278

Stop loss: below 181

  1. MARK

Recommendation: Buy On Weakness

Target Price: 680, 860

Stop loss: below 560

 

Leave a Comment