Karena Sentimen Resesi, 4 Hari Berturut-turut Wall Street Berakhir Anjlok

Pada perdagangan saham Amerika Serikat (AS) Senin (19/12/2022), Wall Street kembali ditutup anjlok. Ini memasuki tren penurunan hari keempat.

Investor berusaha menghindari risiko di pasar saham lantaran masih khawatir pengetatan The Fed mendorong ekonomi AS ke jurang resesi.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 162,9 poin atau 0,49 persen menjadi 32.757,54. S&P 500 turun 34,7 poin (0,90 persen) menjadi 3.817,66 dan Nasdaq turun 159,4 poin (1,49 persen) menjadi 10.546,03.

Tiga indeks saham utama AS telah berada dalam tekanan sejak perdagangan Rabu, sejak Ketua Fed Jerome Powell mengambil kebijakan menaikkan suku bunga.

Aksi jual tajam untuk bulan Desember pun terjadi pada S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq. Ini disebut sebagai penurunan tahunan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

Sementara imbal hasil Treasury AS naik, investor kabur dari saham dan mengamati instrumen yang lebih aman lantaran khawatir terjadi resesi di 2023.

“Investor bertanya kenapa saya mau mengambil risiko di tahun 2023 dengan sikap Fed yang masih agresif, jika saya bisa dapat hasil yang lebih bagus pada pasar pendapatan tetap,” jelas ahli strategi pasar senior di Ally, Brian Overby.

S&P 500 membukukan 5 tertinggi baru dalam 52 minggu dan 20 terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 66 tertinggi baru dan 456 terendah baru.

Di bursa AS 11,07 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 11,59 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Selasa (20/12). Pada perdagangan Senin (19/12), indeks saham ditutup melemah 32,495 poin (0,48 persen) ke level 6.779,698.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan IHSG berada di rentang 6.672 hingga 6.856. Perkembangan pergerakan IHSG menunjukkan potensi tekanan yang masih berlanjut dalam jangka pendek.

“Peluang kenaikan jangka panjang masih terbuka lebar, namun saat ini rentang konsolidasi masih terlihat akan berlanjut,” kata William, Selasa (20/12).

William mencermati minimnya sentimen baik dari dalam negeri maupun luar negeri masih membuat pergerakan sideways IHSG berpotensi berlanjut. Sedangkan, MNC Sekuritas memproyeksi support IHSG berada di level 6.607 dan 6.641, serta resistance di posisi 6.838 dan 6.892.

“Selama IHSG masih mampu bergerak di atas 6,641 sebagai stop loss-nya, maka diperkirakan IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 6.854 – 6.896 untuk membentuk wave iv dari wave c dari wave (y) pada skenario hitam,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

MNC Sekuritas melanjutkan, pada skenario alternatifnya, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (x) ke arah 6,982. Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah pergerakan IHSG diperkirakan masih berada pada fase bearish-nya.

MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham, yaitu BFIN, BIRD, ITMG, dan MDKA.

1. BFIN

Recommendation: Buy on Weakness

Target Price: 1.120, 1.160

Stop loss: below 995

2. BIRD

Recommendation: Buy on Weakness

Target Price: 1,595, 1.635

Stop loss: below 1.500

3. ITMG

Recommendation: Buy on Weakness

Target Price: 41.900, 43.950

Stop loss: below 38,600

4. MDKA

Recommendation: Spec Buy

Target Price: 4.380, 4.640

Stop loss: below 4.190

 

Leave a Comment