Suku Bunga The Fed Diperkirakan Kembali Naik Pekan Ini, Wall Street Melemah

Pada perdagangan hari Jumat (9/12/2022), Wall Street ditutup melemah imbas investor menilai data ekonomi dan berspekulasi mengenai potensi kenaikan suku bunga 50 basis poin oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan pejabat bank sentral pekan ini.

Dikutip dari Reuters, Senin (12/9), S&P 500 turun 0,73 persen untuk mengakhiri sesi di 3.934,38 poin. Sementara Nasdaq turun 0,70 persen menjadi 11.004,62 poin, sedangkan Dow Jones turun 0,90 persen menjadi 33.476,46 poin.

Dari 11 indeks sektor S&P 500, 10 indeks mengalami penurunan, dengan penurunan terendah pada sektor energi (.SPNY), yaitu turun 2,33 persen, diikuti oleh penurunan 1,28 persen dalam perawatan kesehatan (.SPXHC).

Indeks energi mencatat penurunan sesi ketujuh berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak Desember 2018, karena harga minyak tampaknya akan turun mingguan karena kekhawatiran resesi.

Indeks utama Wall Street telah jatuh minggu ini setelah membukukan dua kenaikan mingguan berturut-turut. Hal yang sangat membebani investor adalah kekhawatiran potensi resesi tahun depan karena perpanjangan kenaikan suku bunga bank sentral. Selama seminggu terakhir, S&P 500 turun 3,4 persen, Dow kehilangan 2,8 persen dan Nasdaq turun 4 persen.

Perdagangan berjangka menunjukkan peluang 77 persen Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin minggu depan, dengan peluang 23 persen kenaikan 75 basis poin, dengan peluang tersebut sedikit berubah setelah data ekonomi hari Jumat.

Data harga konsumen untuk November, yang akan dirilis Selasa, akan memberikan petunjuk baru tentang rencana pengetatan moneter bank sentral.

Volume di bursa AS relatif ringan, dengan 9,9 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 10,9 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Senin (12/12). Pada pekan lalu, IHSG ditutup melemah 4,34 persen ke level 6.715,118 dari posisi 7.019,639 pada pekan sebelumnya.

Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini di rentang 6.689 – 6.900. Dengan tingkat probabilitas 72 persen, IHSG berpotensi menuju 6.610.

“Kemarin kami memproyeksikan sebelumnya IHSG akan mengalami penurunan dengan tingkat probabilitas 65 persen menuju 6.750. Dan pada kenyataannya IHSG ditutup 6.715 pada hari Jumat kemarin, sehingga mendorong penurunan lebih lanjut lagi akan terjadi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (12/12).

Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan harapan untuk mengubah penurunan akan terjadi apabila IHSG ditutup di atas 7.130 atau adanya data ekonomi Amerika yang mendorong optimisme untuk mulai hadir di pasar. Saat ini pelaku pasar dan investor akan menanti, pesan apa yang akan disampaikan oleh Powell pada hari Kamis mendatang.

“Tentu visi yang akan diberikan oleh Powell akan menjadi sebuah visi bagi pelaku pasar dan investor dalam memandang arah kenaikan tingkat suku bunga berikutnya,” lanjutnya.

Pilarmas Investindo Sekuritas mencermati kendala pasokan global, mungkin akan menjadi penentu juga bagi inflasi, sejauh mana inflasi dapat konsisten berada di ketinggian sebelum terjadinya penurunan.

Sejauh ini pelaku pasar dan investor masih bertaruh, bahwa kenaikan tingkat suku bunga akan berada di titik tertingginya sekitar 5 persen pada periode bulan Mei dan Juni 2023, dan akan bertahan di sana hingga terjadinya pengurangan 25 bps – 50 bps pada bulan November 2023 mendatang.

Sementara itu, analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, memproyeksi IHSG berada di level support 6.679, 6.655 dan 6.600, sementara level resistennya di 6.868, 6.912, dan 7.000.

“IHSG mestinya berada di akhir wave meski mungkin akan menguji support di level 6.655 sebelum memulai pembalikan tren, namun demikian terjadinya penurunan di bawah 6.655 akan memperpanjang wave korektif menuju 6.600 sebagai support berikutnya,” kata Ivan.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan, yaitu BBNI, JSMR, dan TBIG.

  1. BBNI

Support: 9.350

Resistance: 9.750

  1. JSMR

Support: 2.830

Resistance: 2.980

  1. TBIG

Support: 2.330

Resistance: 2.490

 

Leave a Comment