USAI pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell akan memperlambat laju kenaikan suku bunga, pada perdagangan Kamis (1/12.2022), Wall Street sedikit menguat.
Dikutip Reuters (2/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 194,76 poin, atau 0,56 persen, menjadi 34.395,01, S&P 500 (.SPX) kehilangan 3,54 poin atau 0,09 persen menjadi 4.076,57, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 14,45 poin atau 0,13 persen menjadi 11.482,45.
S&P telah naik 3 persen pada hari Rabu setelah komentar Powell sementara Nasdaq naik lebih dari 4 persen dan Dow naik 2 persen.
Indeks saham MSCI di seluruh dunia (.MIWD00000PUS) naik 0,79 persen sementara saham pasar berkembang (.MSCIEF) naik 0,63 persen.
Catatan benchmark 10 tahun turun 19,4 basis poin menjadi 3,507 persen, dari 3,701 persen pada Rabu malam. Obligasi 30 tahun terakhir turun 21,9 basis poin dari 3,823 persen menjadi 3,6039 persen. Catatan 2 tahun terakhir turun 13,2 basis poin dari 4,372 persen menjadi 4,2399 persen
Imbal hasil Treasury juga merosot setelah pernyataan Ketua The Fed. Jerome Powell juga menyebut Amerika Serikat akan penyesuaian ekonomi untuk biaya pinjaman yang lebih tinggi dan penurunan inflasi yang lebih lambat.
Investor ekuitas menyambut tanda-tanda moderatnya inflasi pada hari Kamis dan peningkatan belanja konsumen AS pada bulan Oktober.
Namun, investor melihat pelonggaran inflasi mendukung indikasi ketua Fed bahwa kenaikan suku bunga bisa melambat. Dalam 12 bulan hingga Oktober, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 6,0 persen setelah naik 6,3 persen pada September dibandingkan dengan target Fed sebesar 2 persen.
MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Jumat (2/12). Pada perdagangan hari Kamis (1/12), IHSG ditutup melemah 60,85 poin (0,85 persen) ke level 7.020,803.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, memperkirakan indeks saham berada di rentang 7.011 – 7.157. Dia mencermati pergerakan IHSG pada akhir pekan masih akan cenderung bergerak sideways.
“Fluktuasi nilai tukar Rupiah masih akan membayangi pergerakan IHSG. Namun dalam jangka menengah hingga panjang IHSG masih memiliki potensi kenaikan sehingga peluang koreksi wajar,” tulis William dalam risetnya, Jumat (1/12).
William mengatakan, peluang masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham – saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi.
Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova memproyeksi IHSG berada di level 6.988, 6.937 dan 6.892. Kemudian level resistennya di 7.100, 7.128-7.137 dan 7.200.
“IHSG menghadapi zona support 6.988 – 7.000, di mana penutupan harian di atasnya akan mempertahankan peluang rebound menuju 7.080 kembali,” kata Ivan.
Ivan mencermati pelemahan IHSG ke bawah zona support tersebut dapat memperpanjang pola koreksi menuju support berikutnya di 6.937. Dia merekomendasikan beberapa saham, yaitu BBNI, BBRI, CPIN, dan HRUM.
1. BBNI
Recommendation: Buy on Weakness Target Price: 10.250 Price Range: 9.500 – 9.600
2. BBRI
Recommendation: Trading Buy Target Price: 5.050 Price Range: 4.880 – 4.930
3. CPIN
Recommendation: Buy on Weakness Target Price: 5.800 Price Range: 5.400 – 5.550
4. HRUM
Recommendation: Trading Buy Target Price: 1.780 Price Range: 1.660 – 1.710.