Wall Street Melesat Setelah The Fed Bakal Ngerem Naikkan Suku Bunga

Setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menyatakan bank sentral akan mengurangi laju kenaikan suku bunga setelah Desember 2022, Wall Street ditutup menguat drastis pada perdagangan Rabu (30/11/2022),

Dikutip dari Reuters, Kamis (1/12), S&P 500 naik 3,09 persen untuk mengakhiri sesi di 4.079,97 poin. Nasdaq naik 4,41 persen menjadi 11.468,00 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 2,18 persen menjadi 34.589,24 poin.

S&P 500 menguat dari penurunan sebelumnya dan Nasdaq melonjak setelah rilis pernyataan Powell yang disiapkan untuk disampaikan di think tank Brookings Institution, Washington. Faktor lainnya yang menyebabkan kenaikan S&P adalah spekulasi pengurangan kenaikan suku bunga The Fed, serta data yang menunjukkan inflasi sedikit mereda Desember 2022.

Powell juga memperingatkan bahwa perang melawan inflasi masih jauh dari selesai dan pertanyaan kunci masih belum terjawab, termasuk seberapa tinggi suku bunga pada akhirnya perlu dinaikkan dan untuk berapa lama. The Fed diproyeksi masih akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan ini.

Sementara itu, saham perusahaan teknologi juga mengalami kenaikan antara lain Nvidia (NVDA.O) menguat lebih dari 8 persen, Microsoft (MSFT.O) melonjak 6,2 persen dan Apple (AAPL.O) naik 4,9 persen

Saham Tesla Inc (TSLA.O) melonjak 7,7 persen setelah China Merchants Bank International mengatakan penjualan Tesla di China pada November didorong oleh pemotongan harga dan insentif yang ditawarkan pada Model 3 dan Model Y.

Tercatat volume bursa Amerika Serikat (AS) mencapai 15,0 miliar saham diperdagangkan, dari sebelumnya rata-rata 11,1 miliar saham telah diperdagangkan selama 20 sesi sebelumnya.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Kamis (1/12). Pada perdagangan hari Rabu (31/11), IHSG ditutup menguat 69,244 poin (0,99 persen) ke level 7.081,313.

Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG menguji di level support 7.035 dan resistance di posisi 7.100 dalam jangka pendek, dengan target 7.120.

“Selama dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, tidak pernah IHSG mengalami penurunan pada bulan Desember. Kutukan bulan Desember tentu akan memberikan kekuatan dan harapan baru didukung oleh pernyataan Powell hari ini,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (1/12).

Pilarmas Investindo mengungkapkan, rata-rata kenaikan IHSG pada bulan Desember selama 20 tahun terakhir adalah 4,36 persen, atau selama 10 tahun terakhir adalah 3.01 persen. Powell memberikan penguatan akan sebuah harapan bahwa The Fed akan mulai melangkah mundur dari pengetatan yang agresif pada bulan depan, dan memberikan sebuah alasan baru untuk mencapai inflasi yang lebih rendah tanpa mendorong ekonomi masuk ke dalam jurang resesi yang dalam.

“Saat ini memang kami setuju dan senang sekali dengan apa yang disampaikan oleh The Fed, namun yang harus diperhatikan juga adalah meskipun ada penurunan kenaikan, kenaikan tingkat suku bunga, namun tidak mengubah pola kenaikan tingkat suku bunga di masa yang akan datang,” lanjutnya.

Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan akan terdapat rilis data inflasi di awal bulan yang memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG. Kondisi perekonomian yang cukup stabil dapat memberikan perkiraan inflasi dalam kondisi normal dan stabil.

“Jika terjadi kenaikan merupakan hal wajar di mana perekonomian terlihat mulai bergerak seiring dengan mulai membaiknya situasi, namun selama rentang konsolidasi belum mampu digeser ke arah yang lebih baik maka para investor masih harus mewaspadai adanya potensi tekanan terbatas,” katanya.

Adapun sederet rekomendasi saham dari Pilarmas Investindo Sekuritas, yaitu ANTM, MDKA, dan TLKM.

  1. ANTM

Support: 1.940

Resistance: 2.050

Last Price: 1.985

  1. MDKA

Support: 4.080

Resistance: 4.240

Last Price: 4.150

  1. TLKM

Support: 3.970

Resistance: 4.120

Last Price: 4.040

 

Leave a Comment